Pascabentrok, TNI-Polisi Tak Boleh Keluar
Minggu, 05 Mar 2006 21:07 WIB
Jakarta - Untuk meredam situasi panas antara TNI dan Polisi di Ambon, seluruh anggota baik dari TNI dan Polri tidak diperbolehkan keluar dari satuannya. Ini untuk mencegah terjadinya konflik pascabentrok. "Polisi tidak boleh keluar, TNI juga tidak boleh keluar selama satu-dua hari ini," kata Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam kepada detikcom, Minggu (5/3/2006).Anton mengatakan untuk mencegah konfik, seluruh anggota TNI dan Polisi di Ambon diimbau untuk tak keluar dari markas kesatuan masing-masing. Ditambahkan dia, ketegangan memang masih terasa di Ambon."Tapi tim sudah berada di sana, kita serahkan mereka," tambah dia.Ketegangan TNI dan Polri di Ambon bermula akibat aksi penikaman yang diduga dilakukan oleh TNI kavaleri terhadap seorang polisi Ditsamapta Polda Maluku Bripda Arnold Waku hingga tewas. Penikaman ini terjadi pada Sabtu (4/2/2006) pukul 03.00 Wita.Kemudian pada pukul 20.00 Wita, salah satu anggota polisi terkena pukul di Jl Pantai Losari, tepatnya di pom bensin yang diduga dilakukan oleh oknum TNI kavaleri. Polisi yang belum diketahui namanya itu dilarikan ke RS Bhayangkari Polda Tantui.
(wiq/)











































