Adakah Hambali di Dokumen Tahanan Guantanamo?

Adakah Hambali di Dokumen Tahanan Guantanamo?

- detikNews
Minggu, 05 Mar 2006 13:54 WIB
Adakah Hambali di Dokumen Tahanan Guantanamo?
Jakarta - Pentagon telah merilis 300-an dari 500 nama tahanan yang dipenjara di pusat penahanan militer milik AS di Teluk Guantanamo, Kuba. Nama-nama itu tidak ditemukan dengan mudah begitu saja, melainkan harus ditelisik satu per satu dalam naskah interogasi yang tebalnya 5.000 halaman.Pertanyaannya, adakah nama Hambali di dalamnya? Hambali adalah warga Indonesia yang dicokok AS karena dituduh terkait jaringan al Qaeda. Dia dibekuk dalam penyamarannya di Thailand pada Agustus 2003 silam.Setidaknya, ada dua nama asal Indonesia yang diboyong oleh aparat AS karena tuduhan terorisme. Selain Hambali, juga ada nama Omar Al Faruq yang dibekuk di Bogor. Namun menjelang Idul Fitri tahun lalu, Faruq diketahui kabur bersama dua rekannya yang lain pada pertengahan 2005. Faruq yang beristrikan Mira Agustina ini kabur dari fasilitas penahanan yang dijaga ketat militer AS di Bagram, Afghanistan.Hingga Minggu (5/3/2005) keberadaan Faruq belum diketahui. Dengan demikian, hanya Hambali saja yang hingga kini masih berada di sel AS.Pertanyaannya, di mana Hambali ditahan? Sejak diterbangkan ke Paman Sam, otoritas setempat tak juga membuka suara di mana pria bernamaalias Riduan Isamuddin alias Encep Nurjaman ini dipenjara. Adanya hanyalah dugaan-dugaan. Ada yang menduga dia ditahan di Guantanamo, di Bagram, atau pun di sel-sel milik AS di Eropa.Menurut penelusuran detikcom terhadap dokumen Pentagon yang ramai dibicarakan oleh media-media asing, nama Hambali hingga kini belum muncul. Dalam dokumen interogasi 5.000 halaman itu, hanya terdapat 300-an dari 500 nama tahanan. Nama terbanyak berasal dari Arab Saudi (109) nama, Pakistan 62 nama (21 di antaranya telah dilepas) dan Afghanistan, 60 nama. Dari angka itu, baru terkumpul 231 nama. Artinya, masih ada 69-an nama yang belum dilansir oleh pemberitaan media-media asing.Profil HambaliHambali lahir di Desa Sukamanah, Cianjur, Jawa Barat, tahun 1966, dari 13 bersaudara. Orangtuanya dihormati sebagai seorang guru agama. Pada umur 19, Hambali 'mengungsi' ke Malaysia. Pada 1988, Hambali pergi ke Afghanistan untuk melawan pendudukan Soviet. Setelah itu dia kembali lagi ke Malaysia. Ketika Soeharto jatuh, Hambali dikabarkan kembali lagi ke Indonesia pada Oktober 2000.Setelah itu, terjadilah serangkaian pemboman di sejumlah kota di Indonesia. Menyusul kemudian pemboman di Manila. Diduga Hambali terkait dengan terorisme ini.Pada awal Agustus 2003, Hambali dibekuk di Ayutthaya, Thailand, sebagai hasil operasi kerjasama operasi AS dan Thailand.Dia dituding sebagai ketua operasi Jamaah Islamiyah (JI), lembaga yang disalahkan dalam aksi bom Bali dan terkait dengan Al Qaeda.Istri Hambali yang bernama Noralwizah Lee Abdullah yang dinikahi pada 1990-an juga telah ditangkap oleh otoritas Malaysia di bawah Internal Security Act (ISA) yang memungkinkan penahanan tanpa pengadilan.Hambali lantas diberikan pada CIA dan ditahan di tempat yang tidak diketahui publik. Organisasi HAM internasional telah berulangkali meminta agar AS memberi tahu lokasi atau kondisi tahanan itu, tapi AS tidak menggubris. Permintaan Indonesia agar diberi akses memeriksa Hambali juga dicuekin. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads