Detik-detik Guru SMP Tewas Ditembak KKB di Puncak Papua

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 10:17 WIB
ilustrasi penembakan
Ilustrasi penembakan (Foto: dok. Internet)
Jakarta -

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua, kembali melakukan teror. Setelah seorang guru SD, yakni Oktovianus Rayo, ditembak hingga tewas, KKB kembali menembak guru SMP, Yonatan Renden (27), hingga tewas.

Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes Iqbal Alqudussy mengatakan kejadian bermula ketika Yonatan dan rekannya, Junaedi, hendak mengambil terpal untuk membungkus jenazah Oktovianus. Keduanya mengendarai sepeda motor menuju Kampung Ongolan.

"Kemarin sekitar pukul 16.45 WIT, Saudara Natan dan Saudara Junaedi menggunakan sepeda motor menuju Kampung Ongolan dengan maksud mengambil terpal guna membungkus jenazah Oktovianus Rayo, karena jenazah sudah mengeluarkan cairan," kata Iqbal kepada detikcom, Sabtu (10/4/2021).

Iqbal menuturkan, ketika melintasi ujung Bandara Beoga, keduanya menjadi sasaran tembak KKB. Mendengar bunyi tembakan, Junaedi buru-buru tancap gas.

"KKB melakukan penembakan sebanyak dua kali, namun kedua orang tersebut tetap menancap gas menuju Kampung Ongolan. Tidak lama kemudian suara tembakan dari arah belakang koramil, selanjutnya rekan-rekan TNI melakukan tembakan balasan ke arah belakang koramil," ujar Iqbal.

Kontak tembak antara TNI dan KKB tak terelakkan. Setelah kontak senjata reda, prajurit TNI menemukan tubuh Yonatan yang sudah tak bernyawa.

"Pukul 18.30 WIT, Saudara Yonatan Renden ditemukan meninggal dunia di depan rumah Junaedi Sualele di Kampung Ongolan. Aparat TNI membawa korban menuju puskesmas, selanjutnya pukul 19.00 WIT, jenazah korban tiba di Puskesmas Beoga guna tindakan medis," tutur Iqbal.

Iqbal menyebut Yonatan Renden tewas usai peluru tajam menembus dada kanan dan kirinya. "Luka tembak pada dada kiri dan dada kanan tembus belakang punggung," kata Iqbal.

Sebelumnya diberitakan guru SMP bernama Yonatan Randen tewas ditembak KKB di Kabupaten Puncak, Papua. Informasi tersebut dibenarkan oleh Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia.

Dia mengatakan satu orang yang menjadi korban baru penembakan oleh KKB merupakan guru SMPN 1 Julukoma, Distrik Beoga.

"Kami kesulitan komunikasi, informasi sore tadi ada penambakan, korban bernama Yonatan Randen," Kaya Nyoman melalui pesan singkat, Jumat (9/4), yang diterima pukul 22.33 WIT.

Selanjutnya
Halaman
1 2