Usung Neo Futuristik, Masjid Al-Fattah Jadi Landmark Baru Stasiun Cibatu

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 09:35 WIB
Masjid Al Fattah
Foto: KAI
Jakarta -

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo meresmikan Masjid Al-Fattah di Stasiun Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Kamis (8/4). Adapun masjid yang telah dibangun sejak November 2019 oleh KAI Properti kini telah selesai dan dapat digunakan oleh masyarakat.

Didiek menyampaikan masjid ini khusus dibangun dengan konsep modern. Ia berharap hadirnya masjid dapat memberikan manfaat baru bagi masyarakat Cibatu dan sekitarnya, atau pengguna jasa kereta api yang sedang bepergian dengan tujuan akhir Stasiun Cibatu.

"Masjid Al-Fattah dibangun dengan desain yang modern, struktur bangunan yang megah, dan dirancang untuk memberikan kenyamanan lebih untuk melaksanakan ibadah," ujar Didiek dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/4/2021).

Lebih lanjut ia menyampaikan Masjid Al-Fattah terinspirasi dari gaya bangunan Masjid Faisal Islamabad di Pakistan, bergaya arsitektur neo futuristik dengan mengkolaborasikan langgam lokal dan arsitektur modern.

Meskipun modern, ia menyebut masjid ini tetap memiliki sentuhan unsur lokal khas masjid Sunda. Selain itu, Masjid Al-Fattah juga mengusung arsitektur futuristik tropis yang menyesuaikan iklim di wilayah tersebut. Dengan demikian, para pengguna dapat merasa nyaman dan teduh meski cuaca panas terik sekalipun.

Ia menambahkan nama Al-Fattah diambil dari salah satu nama Allah atau Asmaul Husna yang artinya adalah Maha Pembuka Berkah. Didiek mengatakan pihaknya meniatkan nama ini sebagai penanda dan doa agar dapat menjadi pembuka berkah bagi seluruh insan KAI.

Soal pembangunan, Didiek menyebut KAI Properti telah memulai proses administratif pembangunan masjid sejak September 2019 dan memulai pembangunan fisiknya pada November 2019. Dibangun dengan total luas 4.858,75 m2, Masjid Al-Fattah dapat menampung hingga 1.150 orang.

Di samping itu, masjid ini juga dilengkapi dengan fasilitas pedestrian, taman, kamar mandi, tempat wudhu baik pria maupun wanita dan menara setinggi 30 meter. Masjid Al-Fattah pun memiliki beberapa keunikan seperti, full ornamen interior di seluruh dinding dan atap berbentuk kubus.

Masjid Al-Fattah juga menerapkan neo vernakular modern dengan bentuk segi delapan yang diolah secara 3 dimensional. Adapun hal ini bertujuan untuk mengikuti bentuk site yang berkontur sehingga terlihat menyatu dengan bangunan.

Menurut Didiek, bentuk unik ini dapat membuat cahaya matahari masuk dari seluruh arah dan menerangi area dalam masjid sehingga ramah lingkungan dan hemat energi. Masjid Al-Fattah juga dilengkapi dengan lampu-lampu sebagai sumber penerangan di seluruh masjid saat malam.

Menariknya, Didiek mengungkapkan Masjid Al-Fattah dikelilingi dengan panorama alam indah khas Cibatu. Adanya pemandangan Gunung Haruman pun menambah keindahan landscape dari masjid ini.

"Masjid ini diharapkan dapat menjadi salah satu landmark baru di daerah Cibatu, sehingga orang-orang yang berkunjung di Cibatu akan semakin lengkap rasanya jika sudah menunaikan salat di masjid yang kita cintai ini," pungkas Didiek.

(mul/ega)