Menhub Ungkap Dualisme Pelabuhan di Sumbawa Besar NTB: Satukan!

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 20:25 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi di Pelabuhan Badas, Sumbawa Besar, NTB, Jumat (9/4/2021).
Foto: Menhub Budi Karya Sumadi di Pelabuhan Badas, Sumbawa Besar, NTB. (Azhar/detikcom)
Sumbawa Besar -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau salah satu pelabuhan di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni Pelabuhan Badas. Menhub Budi Karya mengungkapkan masih ada dualisme pelabuhan.

"Saya memang ingin ke sini karena ingin melihat produktivitas dari pelabuhan-pelabuhan di sini. Ada dua masalah yang ada di sini, yaitu adanya dualisme pelabuhan. Ada yang dimiliki Pelindo, ada yang masih ke KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan)," kata Budi Karya, di Pelabuhan Badas, Jumat (9/4/2021).

Menhub Budi Karya meminta agar dualisme pelabuhan dihilangkan. Itu perlu dilakukan agar tidak ada rivalitas harga.

"Saya minta itu disatukan, supaya tidak ada rivalitas harga. Jadi satu harga. Nanti pemerintah dapat PNPB-nya saja," sebutnya.

Bupati Sumbawa Muhammad Husni juga turut mendampingi Budi Karya saat peninjauan. Budi Karya meminta Husni segera dibuatkan kontainer guna mempercepat proses bongkar muat.

"Yang kedua, Pak Bupati saya minta para Pelindo untuk segera membuat kontainer di sini. Bukan menghilangkan pekerjaan dari TKBM (tenaga kerja bongkar muat), tetapi untuk mempercepat proses bongkar muat," kata Budi Karya.

Lebih lanjut, Budi Karya mengatakan jika waktu bongkar muat bisa dipersingkat akan mempengaruhi ongkos. Menhub menyebut bongkar muat yang memakan waktu juga akan mengurangi kualitas logistik.

"Nah logistik buruk kenapa? Produktivitas kapal itu yang tadinya 5 hari, jadi dua hari atau bahkan satu hari. Jagung-jagung itu juga kalau sekarang seperti ini kan kurang higienis," katanya.

"Saya menyarankan jagung-jagung itu masuk dalam kontainer, sehingga di manapun itu tidak perlu lagi dipilah-pilah. Kalau di sini bisa bercampur batu," sambungnya.

Budi Karya pun senang bisa meninjau langsung ke Sumbawa Besar. Dia juga mengapresiasi produktivitas warga dalam memproduksi jagung untuk dikirim ke Pulau Jawa.

"Di Sumbawa Besar, senang sekali. Saya lihat jalannya mulus, orangnya ramah dan lebih senang lagi melihat jagungnya melimpah, Ini berkah dari Allah," ujarnya.

"Oleh karenanya saya mengapresiasi masyarakat Sumbawa Besar, Sumbawa Barat atau Sumbawa yang begitu produktif ya, memproduksi jagung, dan nyata jagung ini dibawa ke Jawa, dibawa ke semua tempat, sebagai makanan hewan atau fungsi-fungsi yang lain," sambungnya.

(zak/zak)