Densus 88 Sudah Tangkap 12 Terduga Teroris di Jakarta, 4 Masih DPO

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 18:40 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri terus melakukan pengembangan terhadap penangkapan sejumlah terduga teroris di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hingga saat ini, Densus 88 telah menangkap 12 terduga teroris.

"Sampai saat ini ada 12 tersangka yang telah diamankan oleh penyidik Densus 88 di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (9/4/2021).

Ramadhan mengungkap inisial 12 terduga teroris itu. Terbaru, terduga teroris atas nama Nouval Farisi diamankan di Setiabudi, Jakarta Selatan, kemarin malam dan Wahyudi di Pasar Rebo, Jakarta Timur, tadi siang.

"Yang pertama HH, dua ZA, tiga AJ, empat BS, lima WJ, enam NAA, tujuh AN, delapan DK, sembilan AK, sepuluh AP, dan dua terakhir adalah NF dan W. Itu update terkait dengan penanganan terorisme di wilayah DKI Jakarta," tuturnya.

Ramadhan mengungkap 12 terduga teroris itu merupakan satu kelompok yang sama. Mereka disebut tidak terafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ataupun Jamaah Islamiyah (JI).

"Jadi, ke-12 tersangka teroris adalah satu kelompok. Tapi belum terafiliasi dengan kelompok terorisme JAD maupun JI. Jadi masih perbuatannya, tindakannya memenuhi unsur-unsur di tindak pidana terorisme," jelas Ramadhan.

Lebih lanjut, ada tiga orang tambahan yang masuk ke DPO terduga teroris di Jakarta sehingga total menjadi enam orang. Namun Nouval Farisi dan Wahyudi sudah ditangkap, maka terduga teroris Jakarta yang masuk DPO tersisa empat orang saja.

"Tim penyidik Densus 88 telah menambahkan 3 DPO lagi yang sebelumnya ada 3 DPO sehingga berjumlah 6 DPO, yaitu NF, ARH, YI, W, S, dan SA. Ini dari 3 DPO bertambah menjadi 6 DPO," imbuhnya.

"Kan tadi 6 DPO, dua tertangkap. Berarti masih ada 4 DPO lagi yang belum ditangkap," tutup Ramadhan.

(idn/idn)