Mahasiswa Unswagati Cirebon Bisa Akses Koleksi Buku MPR

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 17:04 WIB
MPR RI
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

MPR bekerja sama dengan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) atau UGJ menggelar acara 'Pustaka Akademik' di Auditorium UGJ, Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan Kamis (8/4) dan diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan.

Acara tersebut meliputi penandatanganan MoU dan MoA serta bedah skripsi yang berjudul 'Tinjauan Yuridis Hak Imunitas Anggota DPRD Dalam Menyatakan Pendapat di Media Sosial'.

Dalam sambutannya, Rektor Unswagati Mukarto Siswoyo menyampaikan terima kasih kepada MPR yang telah memilih kampusnya sebagai tempat untuk menggelar acara 'Pustaka Akademik'. Mukarto mengatakan tujuan dari dilaksanakannya kegiatan tersebut tidak lain untuk meningkatkan fungsi perpustakaan.

"Acara yang digelar hari ini, 'Pustaka Akademik', merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan fungsi perpustakaan", ujarnya dalam keterangannya, Jumat (9/4/2021).

Untuk itu kolaborasi dengan MPR ini disebutnya akan membawa banyak manfaatnya. Lewat kerja sama ini, diharapkan dapat menambah perbendaharaan buku. Sekaligus mempermudah mahasiswa dalam mencari referensi bila mereka hendak membuat skripsi atau tugas ilmiah lainnya.

"Sekarang mahasiswa UGJ tak hanya bisa mengakses koleksi di perpustakaan kampus namun juga bisa mengakses koleksi Perpustakaan MPR," tuturnya.

"Tidak berhenti setelah MoU dan MoA namun juga berlanjut pada aktivitas lainnya," harapnya.

Menurut Mukarto perpustakaan merupakan jantung atau denyut nadi dari proses pembelajaran, terutama di perguruan tinggi.

"Di perpustakaan terselenggara pendidikan dan pembelajaran. Pembelajaran di perpustakaan digelar sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi," ujarnya

Selain itu, lanjut dia, bagusnya perpustakaan ditandai dengan variasi dan jumlah koleksi buku, majalah, koran, serta sumber ilmu lainnya, baik cetak maupun elektronik.

"Perpustakaan yang memiliki koleksi yang lengkap akan menjadi pemacu kemajuan," katanya.

Lebih lanjut dia menyampaikan UGJ baru saja membangun perpustakaan. Gedung perpustakaan tersebut berada di samping auditorium kampus dan memiliki 5 lantai, yabg nantinya akan digunakan untuk beragam kegiatan mulai dari belajar, penelitian, hingga pengabdian.

"Kami berusaha terus untuk memfasilitasi civitas akademika untuk belajar, mencari referensi, yang diperlukan selama mereka menempuh studi di UGJ," ujarnya.

"Kami akan terus mengembangkan perpustakaan UGJ", tambahnya.

Tak hanya itu, Mukarto juga mendorong agar mahasiswa, dosen, dan masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang ada. Hal ini sebagai langkah untuk meningkatkan dan memaksimalkan fungsi perpustakaan.

"Manfaatkan koleksi yang ada sebaik-baiknya," tuturnya

Sementara itu, Kabiro Humas dan Sistem Informasi Setjen MPR, Siti Fauziah menuturkan MPR bangga bisa mengadakan kegiatan 'Pustaka Akademik' di Cirebon.

"Saya senang panitia bisa menggelar acara dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, salah satunya membatasi jumlah peserta," ujarnya.

Siti menyebut kegiatan 'Pustaka Akademik' bukan kali pertama karena telah digelar dan dikerjasamakan dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

"Kegiatan ini kita harap mempunyai daya guna dan bermanfaat bagi civitas akademika perguruan tinggi dan masyarakat," tuturnya.

Siti mengaku gembira saat mengetahui UGJ memiliki perpustakaan yang besar dengan 5 lantai. Dia pun menjelaskan maksudnya kedatangan MPR tidak hanya sekadar melakukan penandatanganan dan bedah skripsi, tapi juga membawa buku-buku terbitan MPR.

Buku terbitan MPR disebut oleh perempuan yang akrab dipanggil Bu Titik itu sangat istimewa

"Sebab tidak dijual sehingga tidak ada di toko-toko buku," terangnya

Diungkapkan Siti, Perpustakaan MPR sangat terbuka untuk umum. Dia juga mempersilakan mahasiswa dan dosen untuk berkunjung ke Perpustakaan MPR baik secara perorangan atau berkelompok.

"Bila ke Jakarta mampirlah ke MPR, tidak hanya mencari buku namun juga bisa melihat perpustakaan yang ada," ujarnya.

Dia berharap kerja sama MPR dan UGJ bisa terjalin semakin erat,

"Kita bisa saling mengunjungi," pungkasnya.

(prf/ega)