10 Ribu Orang Hizbut Tahrir 'Kepung' Kedubes AS
Minggu, 05 Mar 2006 10:10 WIB
Jakarta -
Aksi sejuta umat massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah berlangsung di depan Kedubes Amerika Serikat (AS). 10 Ribu orang melimpah ruah di sekitar Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, menuntut AS menghentikan segala macam kediktatorannya.Aksi damai ini telah membuat jalan di depan Kedubes AS hanya dapat dilintasi satu arah. Polisi menuntup jalan yang menuju ke arah Medan Merdeka Selatan dari bunderan Monas. Sedangkan kendaraan dari arah Tugu Tani masih bisa lewati, meski tersendat.Dalam aksinya, massa yang sebagian besar menggunakan ikat kepala dan pakaian Muslim itu menuntut berbagai hal. Di antaranya seluruh umat Islam dituntut secara sungguh-sungguh mengamalkan syariat Islam dan berjuang bagi tegaknya syariat Islam.Mereka menyerukan kepada pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia menghentikan sekularisme dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara serta praktek kotor dalam pemerintah. Mereka juga menolak keras setiap upaya pemecahan dan kolonialisme AS terhadap negara Muslim."AS segera keluar dari Irak dan Islam segera bersatu," tegas Ketua DPP HTI Muhammad Al Al-Khaththath dalam orasinya, Minggu (5/3/2006). Demo itu juga dihadiri oleh massa dari FPI dan tokoh politik seperti Zaenal Ma'arif dan Ketua YLBHI Munarman.Dalam orasinya, Zaenal menegaskan bahwa AS hanyalah sekadar hantu yang menakut-nakuti. Pemerintah diminta tidak takut untuk menjalankan agenda reformasi yang dijalankan meskipun menentang kebijakan AS. Massa juga membawa spanduk yang bertuliskan sistem khilafah menjadi jawaban atas problematika saat ini. Mereka juga membawa bendera dan beberapa poster yang bertuliskan "Saatnya khilafah memimpin dunia dengan syariah". Ada juga spanduk bertuliskan "Down USA Rise Khilafah".Hingga pukul 10.10 WIB, aksi itu berlangsung aman dan terib. Ratusan aparat kepolisian menjaga ketat Kedubes AS dengan meblokade pintu gerbangnya dan berjaga-jaga di sekeliling Kedubes. Terdapat dua mobil water canon dan di sepanjang Kedubes AS diberikan tambahan pagar kawat.
(atq/)










































