FPI Sayangkan SBY Belum Protes Relief Nabi di MA AS
Minggu, 05 Mar 2006 09:09 WIB
Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) menyayangkan sikap Presiden SBY yang belum juga mengajukan nota protes atas keberadaan relief Nabi Muhammad di gedung Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat (AS)."Ini kejahatan negara. Ini negara yang menghina, bukan lagi hanya koran. Kita minta Presiden SBY yang pemimpin dunia Islam melakukan protes," kata Ketua FPI bidang Internal Ahmad Sobri ketika dihubungi detikcom, Sabtu(4/3/2006).Dia menegaskan, adanya relief nabi itu adalah persoalan yang lebih sangat besar dibandingkan pemuatan karikatur nabi oleh koran Denmark Jyllands-Posten. "Kita akan dorong terus agar SBY kirim nota protes. Relief nabi yang ada di AS, yang melakukannya negara dan relief diletakkan di lembaga hukum tertinggi AS," ujarnya.Relief Nabi Muhammad yang berada di Gedung MA AS sudah dibuat sejak tahun 1930. Meski diprotes, AS tetap mempertahankannya. Alasannya, Muhammad dinilai sebagai salah satu tokoh di dunia yang berperan penting terkait perkembangan pembuatan hukum di dunia.Dalam relief itu, Nabi Muhammad digambarkan mengenakan sorban dan pakaian jubah. Relief Nabi Muhammad dipahat di atas pualam putih bersama 17 tokoh lainnya di dunia yang berjasa dalam bidang hukum.RUU Pornografi dan PornoaksiFPI menilai pihak-pihak yang menolak RUU Pornografi dan Pornoaksi adalah orang-orang yang pro barat. Seharusnya orang-orang yang menolak itu tahu bahwa RUU ini justru untuk melindungi budaya Indonesia."Jadi sebenarnya ini bahasa lama. Yang menolak RUU ini adalah yang membela Ahmadiyah, Yusman Roy, dan lainnya," tegas Sobri.
(atq/)











































