Satu Lagi Warga Boyolali Suspect Flu Burung Meninggal
Sabtu, 04 Mar 2006 22:40 WIB
Solo - Cahyono (10) yang dirawat di ruang isolasi RS dr Moewardi Solo akhirnya meninggal dunia, Sabtu (4/3/2006) pukul 16.15 WIB. Dengan kematian ini maka dalam waktu sepekan terakhir, telah terdapat tiga warga Boyolali yang meninggal dengan dugaan terinfeksi flu burung.Kepastian meninggalnya Cahyono disampaikan Wadir Pelayanan Medik RS dr Moewardi, Tri Lastiti kepada wartawan di Solo. Saat ini jenazah Cahyono masih berada di rumah sakit untuk ditangani secara khusus sesuai perawatan standar bagi jenazah yang kematiannya diduga atau dipastikan terjangkiti flu burung.Cahyono adalah warga Senggrong, Andong, Boyolali. Menurut keterangan pihak rumah sakit, dia mengalami sakit selama seminggu. Sebelumnya dia dirawat di Puskesmas Andong, Boyolali. Sejak hari Rabu lalu dirujuk ke RS dr Moewardi sebagai pasien demam berdarah dan dirawat di bangsal anak-anak.Namun dari hasil tes radiologi diketahui terdapat bercak-bercak membahayakan di paru-paru pasien. Dia juga mengalami pneumonia hebat serta lekositdan trombositnya turun drastis. Sabtu siang tadi, Cahyono dinyatakan gawat nafas dan dipindah ke ruang isolasi sebagai pasien suspect flu burung.Namun pada pukul 16.15 WIB tadi, nyawa Cahyono tidak tertolong lagi. Dia meninggal di ruang isolasi khusus untuk pasien flu burung RS dr Moewardi, Solo.Dengan kematian Cahyono ini maka dalam seminggu terakhir tercatat tiga warga di Surakarta meninggal dengan dugaan terinfeksi flu burung. Kebetulan ketiganya berasal dari Boyolali. Kecamatan Andong, tempat Cahyono, telah lama dinyatakan sebagai daerah endemis flu burung oleh Pemkab Boyolali.Kematian pertama adalah Nandya Kurniawan (10 tahun) pada hari selasa (28/2) lalu di RSUD Boyolali. Kematian kedua adalah kakak kandung Nandya, Hanif Cahya Fitri (12 tahun) pada hari Rabu (1/3) di RS dr Moewardi dan yang ketiga adalah kematian Cahyono tersebut.Masih Empat PasienSaat ini di di RS dr Moewardi terdapat empat pasien ditangani khusus sebagai suspect flu burung. Tiga orang dirawat di ruang observasi yaitu D, MB danAP. AP sebelumnya hanya dinyatakan menderita ISPA dan dirawat di ruang umum. Namun tes terakhir menunjukkan problem serius di bagian paru-parunya.Seorang lagi adalah pasien JS asal Sanggung, Bulu, Sukoharjo. JS masuk ke rumah sakit tersebut kemarin dan langsung dimasukkan ruang isolasi. Dia adalah pasien rujukan dari RS dr Oen, Solobaru.
(atq/)











































