Keluarga Korban Tewas Tersengat Listrik KRL Datangi RSCM
Sabtu, 04 Mar 2006 15:44 WIB
Jakarta - Seorang korban tewas akibat putusnya kabel aliran listrik di kereta api 531 jurusan Bogor-Jakarta Kota Eri Sucipta (26) sudah diidentifikasi keluarga. Orang tua Eri, Amri Rusli dan Endang Megawati pun menangis histeris sesaat setelah melihat jenazah Eri.Sesampainya di kamar mayat keluarga langsung menuju lantai dua tempat Eri dibaringkan. Ketika membuka kantong penutup jenazah kedua orang tua Eri langsung menangis histeris melihat anak semata wayangnya tewas dengan mengenaskan. Setelah itu Amri pun memutuskan membawa Eri menuju rumahnya di Bojong Gede Bogor.Mengomentari peristiwa ini ayah Eri, Amri Rusli menuturkan firasatnya mengenai tewasnya Eri. "Saya semalam heran kok anak saya malam ini terlihat ganteng," ungkap Amri ketika ditemui wartawan di kamar jenazah RSCM Sabtu (4/3/2006). Amri menjelaskan, sebenarnya Eri saat itu sedang dalam perjalanan untuk mencari kerja di Jakarta. Dan dirinya sudah berjanji untuk berangkat bersama istri, Kosmilah. "Tapi entah kenapa kok dia berangkat duluan. Mungkin ini sudah nasibnya begini," tutur Amri dengan nada lirih.Warga Kampung Pulo Desa Bojong Buaran Rt 01/05 Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor ini mengaku pasrah ketika ditanyakan mengenai tewasnya Eri. Amri pun tidak akan melakukan tuntutan apa-apa terhadap pihak PT Kereta Api (KA). "Saya hanya minta tolong kepada PT KA jangan adem-adem saja. Saya bukan nuntut cuma minta yang manusiawi saja. Saya juga tidak minta tanggung jawab ke PT KA, saya tidak menyalahkan siapa-siapa ini sudah takdir," lirih Amri.Namun Amri berharap, PT KA mau melakukan perubahan. Apalagi telah banyak korban yang berjatuhan akibat peristiwa seperti itu. Firasat serupa juga dialami paman Eri, Umar. Ia mengaku ada yang aneh dari perilaku Eri sesaat sebelum keberangkatan Eri ke Jakarta. "Pas pamitan mau pergi Eri bilang sampai tiga kali. Terus dia bilang mas saya tidak punya utang kan," tutur Umar.Sementara itu dari delapan orang luka yang dirawat di RSCM satu orang telah diperbolehkan pulang atas nama Bahri warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dan satu korban lainnya masih menjalani operasi yaitu Dedi Junaidi warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
(ahm/)











































