9 Korban Luka Atap KA Ambrol Masih Dirawat, 1 Harus Operasi

9 Korban Luka Atap KA Ambrol Masih Dirawat, 1 Harus Operasi

- detikNews
Sabtu, 04 Mar 2006 12:17 WIB
Jakarta - Dari 29 korban luka di RS Medika Permata Hijau, hari Sabtu (4/2/2006) ini tinggal 9 korban yang masih dirawat. Satu korban di antaranya harus dioperasi.Mereka merupakan korban akibat ambrolnya satu dari empat atap gerbong kereta api diesel (KRD) EX 381203 KA 907 jurusan Rangkasbitung-Jakarta Kota. Insiden terjadi saat KA hampir memasuki Stasiun Kebayoran Lama pada Jumat 3 Maret kemarin pukul 07.15 WIB.Kondisi 9 korban masih dirawat secara intensif di ruang kelas II dan III lantai 4 rumah sakit yang berlokasi di Jl Kebayoran Lama No 64 Jakarta Selatan.Kesembilan korban adalah Hasbullah (51), Yanto (39), Santi (22), Ferry (38), Nuryadin (24), Sandra, Ny Muhaya, Ny Sutini, dan Ny Ernawati.Nuryadin yang mengalami luka parah di bagian kepala dan rahang harus dioperasi. Namun belum dipastikan jadwalnya.Orangtua Nuryadin, Yusuf (57) warga Desa Cibunar Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor menuturkan, kondisi anaknya memang parah. Bahkan tidak bisa makan dan minum karena lukanya di bagian rahang."Saya berharap pihak PT KA mempunyai simpati kepada semua korban, serta segera bisa membiayai pengobatan dan perawatan hingga sembuh," katanya.Hingga Sabtu siang ini, lanjut dia, belum ada satu pun pejabat PT KA yang menjenguk anaknya maupun para korban luka lainnya."Anak saya setiap hari menggunakan kereta. Kerjanya di apartemen di kawasan Kuningan. Saya berharap dia bisa cepat sembuh dan kerja lagi karena dia tulang punggung keluarga," ujar Yusuf.Sebelumnya RS Medika Permata Hijau merawat 29 korban luka. Namun sebagian besar korban sudah pulang Jumat kemarin hingga tinggal 10 korban.Kemudian 1 orang bernama Ahmad Junaedi (39) memutuskan tidak dirawat lagi. Dia pulang pada Jumat malam. Pria yang sebelah kakinya patah tersebut akan melakukan pengobatan sendiri ke ahli patah tulang. (sss/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait