Zona Merah COVID-19 di RI Naik Jelang Ramadhan!

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 18:05 WIB
Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 mengupdate peta zonasi risiko COVID-19 mingguan. Ada sejumlah perubahan peta zonasi risiko di beberapa kabupaten kota di Indonesia dalam kurun waktu 1 minggu terakhir.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut zona merah pada minggu ini mengalami kenaikan. Jika sebelumnya ada 5 kabupaten kota masuk dalam zona merah, pada minggu ini menjadi 10 wilayah.

"Dapat dilihat bersama bahwa sangat disayangkan terjadi penambahan kabupaten kota yang berzona merah atau beresiko tinggi sebesar 50 persen dari 5 menjadi 10 kabupaten kota," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan dalam Youtube BNPB, Kamis (8/6/2021).

"Hal ini merupakan bentuk alarm bagi kita untuk mawas diri meskipun minggu lalu trennya mengalami penurunan," tambahnya.

Wiku membeberkan kenaikan zona merah dikontribusi dari 8 kabupaten kota yang mengalami perubahan zonasi dari orange menjadi zona merah. Delapan wilayah itu yakni Badung dan Gianyar di Bali, Kota Tangerang Selatan di Banten, Tanah Laut di Kalimantan Selatan, Barito dan Kapuas di Kalimantan Timur, Belitung di Bangka Belitung serta Mataram di Nusa Tenggara Barat.

Selain adanya penambahan wilayah zona merah, Wiku memberikan kabar baik terkait adanya penurunan wilayah yang masuk ke dalam zona orange. Zona orange yang semula sebanyak 309 kini menjadi 289 kabupaten kota.

"Selain itu terjadi perubahan jumlah kabupaten kota dengan zona kuning atau resiko rendah yang naik dari 201 menjadi 207 kabupaten kota. Kemudian daerah yang zona hijau atau tidak memiliki kasus baru meningkat dari 6 menjadi 7 kabupaten kota," ucapnya.

Dia mengatakan walaupun zonasi dalam 2 bulan terakhir mengalami perkembangan yang positif, namun tidak seterusnya capaian positif itu dapat terus bertahan tanpa upaya yang kuat. Menurutnya, zonasi yang tadinya sudah cukup berkembang ke arah yang lebih baik dapat kembali memburuk apabila tidak dijaga dengan baik.

"Oleh karena itu sangat penting bagi masyarakat dan pemerintah serta satgas di daerah untuk menjaga agar zonasi terus membaik," pungkasnya.

Simak juga 'Kemenkes Buka Opsi Vaksinasi COVID-19 di Malam Hari Saat Ramadhan':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/dhn)