Siber Bareskrim Pastikan Pantau Judi Online

Fajar Pratama - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 16:50 WIB
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi
Foto: Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi (ist)
Jakarta -

Tindakan penegak hukum terhadap judi online secara berkala dilakukan namun praktik bisnis ini masih saja bertebaran. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mewanti-wanti praktik judi online ini terus dipantau.

"Kami di Direktorat Siber Bareskrim melakukan pengawasan secara terus menerus mengenai potensi-potensi terjadinya tindak pidana di ranah siber, termasuk judi online," ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi, Kamis (8/4/2021).

Dari patroli pengawasan itu, lanjut Slamet, tim Siber Bareskrim akan menyaring setiap informasi yang masuk. Jika ditemukan adanya bukti permulaan mengenai praktik judi online, maka tim dipastikan akan melakukan penindakan.

Ruang lingkup penindakan Bareskrim merentang di seluruh wilayah Indonesia. Pada pertengahan September 2018, Bareskrim mengungkap praktik perjudian online di Medan. Dua tahun sebelumnya, Bareskrim mengungkap praktik serupa di Medan.

"Jika terdapat bukti dilakukannya praktik-praktik judi online, maka tim akan bertindak," tutur pria yang akrab disapa Ulin ini.

Larangan perjudian online diatur dalam Pasal 27 ayat (2) UU ITE yang berbunyi:

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.

Ancaman terhadap pelanggaran ini diatur dalam Pasal 45 ayat (2) UU 19/2016, yakni:

Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

(fjp/hri)