Miris! Rumah Adat di Benteng Somba Opu Sulsel Rusak hingga Nyaris Ambruk

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 17:10 WIB
Rumah Adat di Benteng Somba Opu Sulsel Rusak hingga Nyaris Ambruk (Foto: Hermawan/detikcom)
Rumah adat di Benteng Somba Opu, Sulsel, rusak hingga nyaris ambruk. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Sejumlah rumah adat di kawasan Benteng Somba Opu, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ternyata dalam kondisi rusak parah hingga ada yang nyaris ambruk. Kawasan ini pun dinilai kurang perhatian pemerintah.

Pantauan detikcom, Kamis (8/4/2021), salah satu rumah adat yang mengalami kerusakan yang cukup parah adalah Tongkonan Toraja Utara. Selain karena kondisi rumah yang reot, tampak bagian atap sudah hancur nyaris seluruhnya.

Tak hanya itu, kondisi memprihatinkan juga terlihat pada rumah adat Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Kerusakan serius terlihat sejak dari badan rumah hingga atap rumah yang pada bocor.

Kondisi yang sama terjadi rumah adat Gowa. Kerusakan tampak di dalam rumah hingga pada plafon dan atap.

Secara keseluruhan, material rumah adat yang terbuat dari kayu tersebut tampak rusak akibat diduga minim perawatan atau diduga ditelantarkan. Sejumlah pengunjung pun menyayangkan kondisi tersebut.

"Kami lewat tadi (depan rumah adat Toraja), tapi kita nggak masuk karena tidak memungkinkan. Dari luar saja kita lihat atapnya sudah ini (reot), apalagi kalau masuk ke dalam kita takut kan, takut tertimpa atap atau kayu. Jadi prihatin sih sebenarnya," kata seorang pengunjung asal Toraja, Yosi (25), kepada detikcom di lokasi.

Sementara seorang pengunjung asal Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Marta (23), mengaku kondisi Benteng Somba Opu tidak sesuai dengan ekspektasi. Dia pun menyayangkan kondisi rumah-rumah adat yang rusak tersebut.

"Ekspektasinya beda sama realita. Karena sering kan di sini katanya tempat wisata rumah-rumah adat, penasaran sih. Terus saya datang ke sini, loh kok rumah adatnya seperti ini," jelas Marta saat ditemui terpisah.

Rumah Adat di Benteng Somba Opu Sulsel Rusak hingga Nyaris Ambruk (Foto: Hermawan/detikcom)Rumah adat di Benteng Somba Opu, Sulsel, rusak hingga nyaris ambruk. (Hermawan/detikcom)

Marta mengaku sempat mencari tahu bahwa Benteng Somba Opu merupakan salah satu benteng Kerajaan Gowa alias situs bersejarah. Dia pun mengaku prihatin atas kondisi yang ada.

"Iya sih prihatin, saya kan sebagai pendatang ya kan pasti penasaran. Pengen dikunjungi bisa juga mungkin nanti bisa datang lagi. Tapi kalau lihat ini kayak nggak ada yang rawat, padahal kalau ditata dengan baik ini bisa lebih membuat orang banyak datang lagi, tapi ini kurang dirawat," jelasnya.

Sementara itu, pengelola rumah adat Luwu di Kawasan Benteng Somba Opu, Muhammad Rizal, menyebut pengelolaan rumah-rumah adat di Benteng Somba Opu berada di bawah naungan beberapa pihak.

Dia mengatakan ada rumah adat yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, dan ada pula beberapa rumah adat yang masih berada di bawah naungan daerah-daerah rumah adat itu berasal.

"Sebagai contoh, itu kan Toraja ada 2, Tana Toraja sama Toraja Utara, kayaknya Toraja Utara yang hancur, pengelolanya itu sudah beda, ada yang Provinsi ada yang Pemda," ujar Muhammad Rizal saat ditemui terpisah.

Rumah Adat di Benteng Somba Opu Sulsel Rusak hingga Nyaris Ambruk (Foto: Hermawan/detikcom)Rumah adat di Benteng Somba Opu, Sulsel, rusak hingga nyaris ambruk. (Hermawan/detikcom)

Rizal pun mengungkap sejumlah faktor yang membuat kondisi rumah-rumah adat di area Benteng Somba Opu tidak terurus. Salah satunya kurangnya respons pemerintah saat pengelola melaporkan kerusakan.

"Sebenarnya perhatian pemerintah juga sudah tidak kayak tahun-tahun 90-an, tidak kayak dulu lagi. Ibaratnya kalau kita menyampaikan nggak langsung ditanggapi ibaratnya butuh proses lah, apalagi kalau jauh dari daerahnya mungkin karena dia tidak lihat langsung, padahal kita selalu melaporkan sesuai fakta," katanya.

Rizal sendiri mengaku sebagai generasi kedua setelah bapaknya yang menjadi salah satu pengelola rumah adat Luwu di Benteng Somba Opu. Dia pun berharap pemerintah segera turun tangan untuk menyelamatkan rumah-rumah adat yang kondisinya terancam hancur tak berjejak.

"Mestinya pemerintah serius. Apalagi di sini kan situs. Inilah Kerajaan Gowa dulu yang hancur lebur di 350 tahun yang lalu," katanya.

(hmw/mae)