Gubernur Kaltim: Jokowi Masuk Surga Jika Ibu Kota RI Jadi Pindah

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 12:25 WIB
Makassar - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor menyambut baik rencana pemindahan ibu kota negara. Isran Noor mengatakan Presiden Jokowi akan dikenang jika pemindahan ibu kota itu terwujud.

Isran Noor mengatakan itu saat menyampaikan materi kuliah umum 'Potensi dan Keberlanjutan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur' yang digelar Sekolah Ilmu Lingkungan dan Sekolah Kajian Strategi dan Global (SIL dan SKSG) Universitas Indonesia, Rabu (7/4/2021). Isran awalnya menuturkan pemindahan ibu kota negara adalah agenda besar pemerintah pusat.

"Terkait materi potensi dan keberlanjutan ibu kota negara di Kalimantan Timur. Sebenarnya kalau ini yang cocok menjawab adalah pemerintah pusat berlanjut atau tidak adalah pemerintah pusat, karena ini adalah sebuah program, rencana besar negara," kata Isran Noor seperti dilihat detikcom di Channel YouTube HUMAS SIL dan SKSG UI, Kamis (8/4).

Isran mengatakan ada tiga kepala negara yang ingin memindahkan ibu kota negara. Bahkan sejak Presiden RI pertama Sukarno dan Presiden RI kedua Soeharto. Isran lalu menceritakan perbincangannya dengan Presiden Jokowi.

"Makanya saya sampaikan kepada Bapak Jokowi, Presiden, Bapak Jokowi, Mas Jokowi, Bapak Presiden, Bapak itu pasti masuk surga, 'kenapa Pak Isran', tidak usah lagi Bapak itu beramal ibadah, 'apalagi itu Bapak Isran', karena Bapak telah mewujudkan cita-cita dua kepala negara untuk memindahkan, Pak Sukarno dan Pak Soeharto, dan orangnya sudah meninggal," tutur Isran.

Selain Sukarno dan Soeharto, Isran melanjutkan, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam kesempatan itu, Isran menuturkan, Jokowi menjelaskan rencana pemindahan ibu kota negara ini bukan sesuatu yang tiba-tiba.

"Artinya bapak mewujudkan cita-cita itu. Lalu dia (Jokowi) menyampaikan, 'Pak Isran, ini pemindahan ibu kota ini bukan ujug-ujug, tapi melalui kajian-kajian," ujarnya.

Isran memaparkan salah satunya kajian strategis. Kajian itu sudah berjalan sejak akhir 2016 atau akhir tahun kedua masa pemerintahan pertama Jokowi.

"Jadi bapak nggak usah khawatir, bapak pasti masuk surga," kata Isran.

Selain itu, Isran menyampaikan Jokowi akan dikenang jika pemindahan ibu kota negara ini terwujud.

"Kalau Bapak bisa memindahkan ibu kota ini, artinya Bapak akan dikenang oleh anak bangsa ini sampai kapan pun sebagai wujud sebuah karya besar kepala negara," ujarnya. (hmw/idh)