Kasus Gratifikasi, Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin Dieksekusi ke LP Sukamiskin

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 09:49 WIB
KPK menyatakan berkas tuntutan eks Bupati Bogor periode 2008-2014 Rachmat Yasin sudah lengkap (P21) dan segera dibawa ke Pengadilan Tipikor Bandung.
Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin divonis hukuman 2 tahun 8 bulan pidana penjara karena terbukti bersalah menerima gratifikasi. Kini Rachmat akan dieksekusi ke Lapas Kelas IA Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

"Rabu (7/4), jaksa eksekusi KPK Irman Yudiandri telah selesai melaksanakan Putusan PN Tipikor pada PN Bandung Kelas IA Khusus Nomor: 75/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Bdg, tanggal 22 Maret 2021 dengan cara memasukkan terpidana Rachmat Yasin ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 2 tahun dan 8 bulan dikurangi selama berada dalam tahanan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (8/4/2021).

"Terpidana telah dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara berlanjut," tambah Ali.

Rachmat juga dikenai kewajiban membayar pidana denda sebesar Rp 200 juta. Apabila tidak bisa membayar, denda itu bisa digantikan dengan kurungan penjara selama 2 bulan.

"Dijatuhkan pula kewajiban untuk membayar pidana denda sejumlah Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan," ujar Ali.

Lebih lanjut Ali menyebut Rachmat sebelumnya menyetorkan uang Rp 9,7 miliar ke rekening KPK. Setelahnya, uang tersebut telah ditetapkan majelis hakim sebagai uang pengganti dan akan disetor ke kas negara.

"Terpidana sebelumnya telah setor uang sejumlah Rp 9.786.223.000,00 ke rekening penampungan KPK dan uang tersebut ditetapkan majelis hakim sebagai pembayaran uang pengganti terpidana yang akan disetorkan pada kas negara," katanya.

Sekedar diketahui, eks Bupati Bogor Rachmat Yasin didakwa menerima gratifikasi dari sejumlah satuan kinerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Bogor senilai Rp 8,9 miliar. Selain duit, Rachmat Yasin didakwa menerima ratusan hektare tanah dan mobil.

"Bahwa terdakwa telah melakukan perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan menerima gratifikasi berupa uang seluruhnya berjumlah Rp 8,9 miliar dari beberapa orang kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Bogor," ujar jaksa KPK Ikhsan Fernandi Z saat membacakan surat dakwaannya.

Selain menerima uang, Rachmat Yasin didakwa telah menerima gratifikasi berupa tanah. Pemberian tanah itu dilakukan oleh seorang pengusaha bernama Rudy Wahab. Tanah yang diberikan seluas 170.442 meter persegi di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

"Dan menerima satu unit mobil merek Toyota Alphard Vellfire G 2400 cc tahun 2010 warna hitam dari Mochammad Ruddy Ferdian," kata dia.

Pemberian gratifikasi uang Rp 8,9 miliar disebut atas permintaan Rachmat Yasin guna kepentingan Pilkada Kabupaten Bogor 2013 dan Pileg 2014.

Diketahui, Rachmat Yasin merupakan mantan Bupati Bogor yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam dua kasus dugaan korupsi. Pada kasus pertama, Rachmat Yasin diduga menyunat anggaran SKPD senilai Rp 8,9 miliar untuk keperluannya, termasuk kampanye pada Pilkada 2013 dan Pileg 2014.

Kasus kedua, Rachmat Yasin diduga menerima gratifikasi berupa 20 hektare lahan dan mobil Toyota Vellfire. Gratifikasi berupa lahan diduga diterima eks Bupati Bogor Rachmat Yasin terkait pengurusan izin pesantren di kawasan Jonggol, sedangkan gratifikasi mobil diduga diterima dari seorang pengusaha.

Simak Video: KPK Jelaskan Konstruksi Dugaan Korupsi Eks Bupati Bogor

[Gambas:Video 20detik]



(yld/yld)