Kolom Hikmah

Menuju Cahaya Kesalehan

Aunur Rofiq - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 05:59 WIB
Aunur Rofiq
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Jakarta - Bulan Ramadhan akan datang in syaa Allah empat hari lagi bagi umat Islam. Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan. Dalam bulan itu diwajibkan bagi umat Islam berpuasa selama satu bulan agar mencapai derajat taqwa (Q.S. Al Baqarah: 183).

Perilaku dan pandangan hidup orang bertaqwa setidaknya tercermin dari dua hal penting yakni kesalehan spiritual dan kesalehan sosial. Hakikat dari pribadi muslim yang utuh harus mencerminkan dua hal tersebut. Jika seorang muslim mampu menebarkan wajah kesalehan spiritual dan sosial, maka kehadirannya akan mampu menjadi seorang muslim yang menebarkan Islam rahmatan lil'alamin.

Derajat taqwa juga akan mampu mengantarkan pribadi muslim yang ideal, yakni sebagai khaira ummah (umat terbaik). Umat terbaik harus diwujudkan secara nyata dalam kontribusinya memecahkan permasalahan kehidupan masyarakat. Dalam Islam, untuk mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah) tidak cukup hanya menjalankan ibadah ritual rajin shalat, zikir, puasa, membaca alqur'an dan ibadah lain.

Di dalam ayat al-Qur'an maupun hadist justru lebih banyak yang menjelaskan soal ibadah sosial dari pada ibadah individual (ritual). Seperti yang tampak pada surat al-Muddaststir ayat 42-44: Apakah yang memasukkan kamu ke dalam neraka saqar? Mereka menjawab, Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin. Jadi ketidakpedulian kita terhadap orang miskin dan kaum dhuafa yang membutuhkan bantuan dapat membawa kita masuk ke dalam neraka.

Bahkan dalam sebuah hadist Qudsi yang diriwayatkan Imam Muslim, karena demikian pentingnya kita menyantuni orang-orang yang perlu santunan, Allah mengatakan: Wahai anak Adam, Aku ini kelaparan, tapi kamu tidak mau memberi makan kepadaKu. Anak Adam menjawab. Bagaimana mungkin aku memberi makan kepada Engkau, padahal Engkau adalah rabbul'alamin. Allah menjawab lagi. Tahukah engkau wahai anak Adam, hamba-Ku yang bernama Fulan bin Fulan kelaparan, kalau engkau memberi makan, engkau akan mendapati-Ku ada di sana.

Dalam sebuah hadist Rasulullah, sebagaimana diriwayatkan Ath Thabrani, menyebutkan bahwa: "Barangsiapa di waktu pagi berniat membela orang yang teraniaya, dan memenuhi kebutuhan seorang muslim, baginya ganjaran seperti ganjaran haji yang mabrur. Hamba yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat buat manusia lainnya. Paling utama amal adalah memasukkan rasa bahagia pada hati orang beriman, melepaskan lapar, membebaskan kesulitan dan membayarkan utangnya."

Ibadah Ramadhan yang penuh berkah ini akan menempa pribadi seorang muslim dengan kesalehan sosial dan ritual sekaligus. Dalam ramadhan ada semangat untuk meningkatkan kepedulian dengan saling berbagi dengan sesama dan pada sisi lain ibadah ritual puasa memberikan semangat dan motivasi mendekatkan diri secara pribadi dengan Sang Pencipta.

Puasa mengajarkan kepada kita sikap kepatuhan dalam mengendalikan diri. Mulai dari mengendalikan hawa nafsu dari rasa lapar dan dahaga, menempa diri menjadi pribadi yang jujur, sederhana hingga kasih sayang dan peduli dengan sesama.

Dalam bulan Ramadhan, semua perbuatan baik dilipatgandakan pahalanya. Umat muslim juga berbondong bondong melaksanakan shalat tarawih, mendekatkan diri dengan rajin tadarus mengkaji alqur'an dan membayar zakat serta sedekah.

Bulan yang penuh berkah dan ampunan ini harus menjadi momentum bagi kita untuk memperbaiki kualitas diri sekaligus memohon ampunan terhadap perilaku kita yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Penulis mengajak melakukan persiapan menyongsong bulan suci Ramadhan, agar kita bisa menuju cahaya kesalehan, yaitu kesalehan spiritual dan kesalehan sosial.

Aunur Rofiq

Sekretaris Majelis Pakar DPP PPP 2020-2025

Ketua Dewan Pembina HIPSI ( Himpunan Pengusaha Santri Indonesia )

*Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. --Terimakasih (Redaksi) (erd/erd)