Frans Rampok Jaguar Paman Demi Uang Rp 20 Juta
Sabtu, 04 Mar 2006 09:07 WIB
Jakarta - Fransiscus Timotius (22) merencanakan perampokan mobil Jaguar milik pamannya Tommy Roles karena kepepet berhutang Rp 5 juta akibat bermain game. Frans tergiur iming-iming Rp 20 juta jika rencananya sukses. Rencana keji ini dimulai ketika mahasiswa Bina Nusantara Fakultas Ekonomi jurusan Akutansi semester VIII ini, mengungkapkan permasalahan yang dihadapinya kepada supir pribadi pamannya Yosa. Menurut pengakuan Frans, sang supir mengajak merampok pamannya."Habisin saja kalau ada yang melihat, nanti kamu saya kasih Rp 20 juta," kata Frans menirukan Yosa, Jumat (3/3/2006).Akhirnya rencana dimatangkan. Senin 27 Februari mereka berdua bertemu membahas rencana mereka. "Senin jam 1 siang kita bertemu di McD Green Garden. Saat itu diputuskan saya yang mencari eksekutornya dan lubang buat jual mobilnya," urai Frans.Frans merupakan anak pertama dari dua bersaudara, putra pasangan Tedi dan Susana yang bertempat tinggal di Cengkareng. Ibu Frans merupakan keponakan dari Tommy Roles.Frans mengajak Heri seorang tukang parkir di Binus (saat ini buron), kemudian Heri mengajak Guntoro dan Suwandi.Setelah segala rencana dirampungkan, Kamis 2 Maret, pukul 12.30 WIB, mereka berlima bertandang ke rumah Tommy Roles di Perumahan Green Garden Blok H-3/7. Di rumah tersebut saat itu hanya ada dua pembantu. "Laminten yang membukakan pintu," ujar Frans sambil tertunduk saat konferensi pers gelar kasus tersebut di Mapolres Jakarta Barat.Frans lalu sempat duduk di mini bar ruang tengah rumah itu. Tak lama kemudian Frans dan teman-temannya segera beraksi. "Saya yang membekap mulut Laminten, sedang Heri yang menusuk leher dan perut," tuturnya.Frans juga mengatakan saat mengeksekusi Laminten, Rina pembantunya yang satu lagi sedang mandi. "Saat dia keluar dari kamar mandi, langsung dihabisi. Sekilas saya melihat Hari memperkosa Rina," tandasnya.Kemudian mereka langsung membawa kabur Jaguar yang memang menjadi incaran komplotan itu. Jaguar sendiri sempat dibawa kabur ke Parung. Kasus ini langsung dibongkar kepolisian tiga jam setelah kejadian.
(fay/)











































