Polri Punya Posko Presisi, Pantau Pelaksanaan Program Utama Kapolri

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 16:25 WIB
Posko Presisi/Dok detikcom
Foto: Posko Presisi/Dok detikcom
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit membentuk Posko Presisi di Mabes Polri. Posko ini bertujuan untuk memantau dan mengukur kinerja jajaran Polda hingga tingkat polsek dalam menjalankan program transformasi Polri, yakni Presisi atau Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan.

Posko Presisi ini terdapat di lantai 3 Gedung Bareskim Mabes Polri, Jakarta Selatan. Ruangan yang semula kosong ini disulap modern layaknya command center, lengkap dengan layar pemantau, ruang dan alat kerja, ruang rapat serta sarana dan prasarana pendukung yang dibutuhkan. Posko ini sudah terbentuk dan mulai beroperasi di hari ke-33 Sigit menjabat sebagai Kapolri.

Listyo Sigit dalam penjelasannya mengenai program Presisi menyatakan, dalam program ini ditekankan pentingnya kemampuan pendekatan predictive policing atau pemolisian prediktif. Dengan begitu, Polri mampu menakar tingkat gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui analisis berdasarkan pengetahuan, data, dan metode yang tepat sehingga dapat dicegah sedini mungkin.

Sementara itu, responsibilitas dan transparansi berkeadilan menyertai pendekatan pemolisian prediktif yang ditekankan agar setiap anggota Polri mampu melaksanakan tugasnya secara cepat dan tepat, responsif, humanis, transparan, bertanggung jawab, dan berkeadilan.

Peta jalan Transformasi Polri Presisi itu diturunkan dalam empat kebijakan utama, yaitu Transformasi Organisasi, Transformasi Operasional, Transformasi Pelayanan Publik dan Transformasi Pengawasan. Program prioritas Kapolri tahun 2021-2024 ini yang dipantau pelaksanaannya melalui Posko Presisi.

Empat kebijakan utama peta jalan Transformasi Polri Presisi itu kemudian diterjemahkan Kapolri menjadi 16 program, 51 giat dan 177 aksi.

Kapolri menunjuk seorang perwira tinggi kepolisian sebagai Kepala Posko Presisi. Sebanyak 51 perwira tinggi juga ditunjuk Untuk memastikan semua terlaksana dengan baik. Mereka membawahi langsung 34 Polda dan bertugas membuat dan menjabarkan 51 giat dari 16 program tersebut menjadi 177 aksi yang unggul dan dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Penanggung jawab di Posko Presisi ini kemudian menunjuk lagi penanggung jawab di tingkat Polda dan demikian seterusnya hingga ke tingkat polsek. Penanggung jawab ini juga bertugas membuat indikator keberhasilan dengan persentase pe 30 hari, 60 hari dan 100 hari.

Layar pemantauan aplikasi Posko PresisiKepala Posko Presisi Brigjen Slamet Uliandi

Lantas bagaimana memastikan semua aksi berjalan dengan baik?

Posko Presisi juga muncul dalam aplikasi 'Posko Presisi'. Lewat aplikasi yang bisa diunduh di smartphone ini, aksi yang dijalankan dari mulai tingkat Mabes hingga polsek bisa dipantau, lengkap dengan indikator pencapaiannya.

Misalnya terkait kebijakan utama dalam Transformasi Operasional terdapat program 'pemantapan kinerja pemeliharaan' yang mana kegiatannya adalah 'pemeliharaan kamtibmas dengan mengedepankan pemolisian prediktif'. Di aksinya di antaranya adalah 'memelihara kamtibmas dengan memanfaatkan teknologi informasi' dan 'menguatkan peran Polri dalam satuan tugas Penanganan COVID-19'. Nantinya polisi di 34 Polda arus melaporkan aksi yang mereka lakukan lewat apikasi 'Posko Presisi'.

Posko Presisi Polri/Dok Tim Posko Presisi PolriPosko Presisi Polri/Dok Tim Posko Presisi Polri Foto: Posko Presisi Polri/Dok Tim Posko Presisi Polri

Tim Posko Presisi menyatakan, meski pelaporannya lewat aplikasi namun dia memastikan pelaporannya tidak bisa asal. Sebab penanggung jawab mulai dari lapangan hingga Mabes Polri akan melakukan pemeriksaan berjenjang. Semua laporan yang diterima dipastikan yang benar-benar baik dan layak. Skala penilaiannya dibuat dalam bentuk lima skala, dari nilai kurang, cukup, baik, baik sekali, dan istimewa, dengan nilai 1 hingga 20, sehingga total nilai maksimal adalah 20 x 5 = 100 poin.

Pihak eksternal Polri juga akan dilibatkan dalam penilaian indikator. Tim eksternal yang dipimpin seorang profesor akan menilai kualitas indikator hingga kualitas laporan yang disampaikan penanggung jawab kegiatan.

(bar/fjp)