Zakiah Aini Diduga Terinspirasi Teroris Perempuan di Kasus Bom Makassar

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 16:03 WIB
Seorang perempuan misterius menyerangan Mabes Polri menggunakan senjata api (senpi). Perempuan yang belum terkuak identitasnya ini mempunyai ciri-ciri tertentu.
Zakiah Aini (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Zakiah Aini membuat geger karena melakukan penyerangan ke Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada 31 Maret 2021. Kejadian bom bunuh diri di Makassar yang juga melibatkan perempuan diduga menjadi inspirasi Zakiah Aini melakukan aksi tersebut.

"Untuk itulah dia sudah mempersiapkan lama, cuma kapan timing-nya. Sampai kemudian kejadian Makassar yang melibatkan wanita, itu menginspirasi dia untuk melakukan hal yang sama," kata mantan narapidana kasus terorisme (napiter) Sofyan Tsauri.

Sofyan mengungkap hal tersebut dalam d'Rooftalk bertema 'Perempuan dalam Jerat Terorisme', Selasa (6/4/2021). Dalam acara ini, Sofyan juga bicara soal asal-usul senjata air gun di tangan Zakiah Aini. Dia mengatakan senjata tersebut dibeli dari Aceh.

"Saya melihat transaksi, karena mereka membeli senjatanya kepada anak buah saya si Muchsin Kamal Aceh, mantan napiter, eks anggota FPI yang kemudian dia sudah bertobat kembali kepada NKRI," kata Sofyan.

Sofyan mengatakan anak buahnya tidak dapat memverifikasi siapa saja orang yang membeli senjata serta ke mana afiliasi pembeli senjata tersebut.

"Hanya kemudian, karena dia jualan, dia tidak bisa memverifikasi siapa yang membeli, terafiliasi ke mana. Nah kemudian ternyata ada orang berniat buruk seperti Zakiah Aini ini membeli barang tersebut," tuturnya.

Dia menyebut Zakiah Aini membeli senjata pada Februari. Menurutnya, Zakiah Aini telah berpikir jauh hari untuk melakukan aksinya.

"Dia beli tanggal 17 Februari. Artinya, ada satu bulan setengah sebelum dia melakukan amaliah," kata Sofyan.

"Dia sudah ada dalam benak dia untuk melakukan istisyadiah, operasi untuk mencari kesyahidan dan kematian. Memang orang ini cari mati," sambungnya.

Menurut Sofyan, Zakiah Aini telah mengetahui kekuatan senjata yang dibelinya. "Dia tahu barang tersebut kaliber 4,5, yang kalau jarak 5 meter-10 meter tidak akan mati. Memang 1-2 meter, kena jidat kepala, mati," tuturnya.

Diketahui, Muchsin Kamal alias Imam Muda ditangkap Densus 88 Antiteror Polri karena diduga menjual air gun kepada penyerang Mabes Polri, Zakiah Aini. Muchsin ditangkap pada Kamis (1/4).

Polisi menyebut Zakiah dan Muchsin Kamal tidak mengenal satu sama lain. Zakiah membeli air gun dari Muchsin secara online.

Belakangan diketahui, Muchsin merupakan seorang eks napiter di Aceh pada 2010. Muchsin, yang ditangkap di Aceh, kini telah dibawa ke Jakarta.

"Benar, yang bersangkutan eks napiter Jalin Jantho, Aceh, tahun 2010," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat dimintai konfirmasi, Senin (5/4).

(hri/van)