Pembangunan Bandara Kuala Namu Terus Terganjal
Jumat, 03 Mar 2006 23:09 WIB
Medan - Pembangunan Bandara Kuala Namu masih terganjal berbagai kendala. Pembangunan terhambat masalah lahan, pola pendanaan, investor, dan infrastruktur pendukung sekaligus.Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut RE Nainggolan, dari aspek lahan, masih ada 71 keluarga menetap, serta adanya 300 penggarap liar. Dari pola pendanaan, pemerintah sampai saat ini belum menetapkan negara donor untuk pendanaan dan pinjaman luar negeri."Selain itu, investor yang berminat untuk melakukan pembangunan bandara Kuala Namu tidak dapat direspon dengan baik," ujarnya dalam diskusi "Infrastruktur Summit" yang digelar di Bitra Indonesia, Jl. Bahagia By Pass Medan, Jumat (3/3/2006).Kendala lain menyangkut infrastruktur pendukung, belum ada kepastian realisasi pembangunan bandara baru. Pengelolaan dan penyelenggaraan merupakan kewenangan pemerintah pusat."Seandainya pembangunan Bandara Kuala Namu ini bisa direalisasikan, akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara," katanya.Nainggolan menyebutkan, desakan pembangunan karena areal Bandara Polonia hanya 144 hektar dengan luas landasan pacu 2.900 meter persegi. Sangat tidak memadai untuk bandara internasional. Untuk pelebaran sudah tidak mungkin lagi dilakukan karena diantarai oleh dua sungai.
(fay/)











































