Niatnya Direlokasi, 7 Ekor Gajah Malah Mati

Niatnya Direlokasi, 7 Ekor Gajah Malah Mati

- detikNews
Jumat, 03 Mar 2006 20:29 WIB
Pekanbaru - Karena mengganggu warga, 30 gajah direlokasi Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Kampar ke Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Tapi tujuh gajah malah mati, dan 23 lainnya tidak jelas dimana.Dishut Kampar, pada Januari tahun ini membuat program relokasi 30 gajah dari Kampar kekawasan TNTN. Hal itu dilakukan karena gajah merusak lahan pertanian masyarakat."Tapi belakangan, kita ketahui 7 ekor di antaranya tewas di dua lokasi yang berbeda," kata aktivis WWF Riau, Syamsidar kepada detikcom, Jumat (03/03/2006).Nurchalis Fadli aktivis WWF lainnya mengatakan, dari tujuh gajah itu, 3 mati di Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Duri, 3 lainnya mati di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) tidak jauh dari TNTN. Satu ekor lagi mati di Desa Kuntu Kabupaten Kampar."Gajah itu akan direlokasi pihak Dishut Kampar. Kami sangat menyayangkan kondisi tersebut. Ini bukti, relokasi gajah yang tidak sesuai dengan prosedur," kata Fadli.Menurut Fadli, program relokasi 30 gajah ini sudah berjalan dua bulan. Anehnya, setelah dua bulan berjalan, tidak diketahui kemana 23 ekor gajah lainya."Kami sendiri juga bingung, kemana sisa 23 ekor gajah lainnya. Dari awal kami menentang pemindahan gajah itu," kata Fadli.WWF menilai tim Dishut Kampar tidak melalui prosedur relokasi standar. Saat itu tidak ada tim dokter hewan, sehingga ada gajah yang mati karena overdosis obat bius yang ditembakan ke tubuh gajah.Merelokasi gajah dari habitatnya, kata Fadli, bukanlah pekerjaan yang mudah. Di lokasi yang baru, gajah juga harus diperhatikan kembali. Sebab, sudah menjadi hukum alam, kelompok gajah bertemu dengan kelompok gajah lainnya akan terjadi konflik."Bisa jadi gajah yang semestinya di pindahkan ke TNTN, malah berkeliaran ke lokasi lainnya karena ada serangan dari kelompok gajah yang sudah lama di lokasi itu," katanya.Untuk sekedar diketahui, dalam program relokasi gajah di Kampar, pihak pemerintah setempat mengalokasikan dana Rp 800 juta. Tapi hasilnya, tujuh gajah liar mati dalam program ini. (fay/)


Berita Terkait