Bamsoet Minta Pertahankan Merauke Jadi Lumbung Beras Nasional

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 12:23 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkan sejarah mencatat pada 1905 pemerintah kolonial Belanda pernah menjadikan Merauke sebagai lumbung beras dengan mencetak 1.000 hektare sawah. Menurutnya, langkah tersebut harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan.

"Kementerian Pertanian mencatat, Merauke memiliki lebih dari 2,5 juta hektare lahan potensial yang bisa dikembangkan untuk pertanian. Potensi produksi padinya cukup tinggi. Salah satunya ditunjukan dengan hasil BPTP pada tahun 2017 dengan teknologi JARWO SUPER (varietas INPARI 32, pemupukan berimbang, penggunaan alsintan, dan lain-lain) mampu menghasilkan lebih 8 ton/hektare bila dibandingkan dengan produktivitas gabah rata-rata di Kabupaten Merauke sekitar 4- 4,5 ton/hektare," jelas Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (7/4/2021).

Hal itu ia ungkapkan usai menerima Bupati Merauke Romanus Mbaraka, di Jakarta, Selasa (6/4). Turut hadir mendampingi Bupati Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Papua yang juga anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Gerindra dapil Papua Yan Permenas Mandenas.

Bamsoet memaparkan data BPS mencatat sepanjang Januari-Mei 2021, perkiraan produksi beras yang digiling dari gabah padi mencapai 17,51 juta ton dari seluruh wilayah Indonesia. Sementara kebutuhan beras untuk konsumsi di periode yang sama mencapai 12,33 juta ton. Dari tujuh besar provinsi penghasil besar, Papua belum termasuk di dalamnya. Padahal potensinya sangat besar.

"Nomor satu ditempati Jawa Timur dengan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 4,20 juta ton. Kemudian Jawa Tengah dengan GKG sebesar 4,10 juta ton. Disusul Jawa Barat dengan GKG mencapai 2,54 juta ton. Kelak di masa mendatang kita berharap produksi GKG dari Papua, melalui Merauke, bisa masuk dalam tujuh besar nasional," papar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan 2021 ini Merauke menargetkan luas lahan tanam padi mencapai sekitar 63.785 hektare. Sehingga mampu menghasilkan sekitar 141.764 ton beras.

Sementara kebutuhan beras masyarakat Merauke sekitar 25 ribu ton. Sehingga sisanya bisa dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya ke Pulau Jawa yang hampir seluruh masyarakatnya memakan nasi sebagai makanan pokok.

"Dengan dukungan pertanian dari saudara sebangsa di Merauke, maupun dari berbagai daerah lumbung beras lainnya, Indonesia bisa surplus beras. Sehingga tidak harus mengandalkan impor. Antar wilayah bisa saling men-support sebagai bentuk gotong royong," ujar Bamsoet.

Dalam kesempatan itu, Bamsoet mendukung beroperasinya Sirkuit Freegeb Waninggap Sai Gau Tak yang berada di Kabupaten Merauke di daerah kebun coklat, Distrik Tanah Miring yang akan dipergunakan untuk PON Papua 2021.

Menurutnya, sirkuit motor yang akan dipakai PON 2021 itu berdiri di atas lahan seluas 26,5 hektare, di antaranya untuk road race menggunakan lahan 16,5 hektare, untuk sirkuit motor cross menggunakan lahan 6,2 hektare dan untuk star mengunakan lahan 3,8 hektare.

"Sirkuit dilengkapi dengan sarana pendukung, tribun VIP dan tribun biasa dengan daya tampung 1.000 penonton. Lalu, ada juga paddoc area, gedung sekretariat, rumah jaga, toilet umum, sarana air bersih dan lainnya," pungkas Bamsoet.

(fhs/ega)