Kapolres: Tidak Ada Perkosaan di Perampokan di Green Garden
Jumat, 03 Mar 2006 19:05 WIB
Jakarta -
Dugaan adanya perkosaan dalam kasus perampokan dan pembunuhan di Perumahan Green Garden, Jakarta Barat, dibantah. Sesuai dengan hasil visum RSCM, Rina, pembantu rumah tangga (PRT) yang tewas dalam kejadian itu tidak mengalami perkosaan. "Tidak ada pemerkosaan. Yang ada adalah penganiayaan, ini berdasarkan visum," kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Edward Syah Pernong dalam jumpa pers di Mapolres Jakarta Barat, Jl. S Parman, Jumat (3/3/2006). Ada dua PRT yang menjadi korban dalam kasus perampokan dan pembunuhan di rumah milik Phoing Tommy Roles itu. Selain Rina yang tewas di lokasi, PRT lainnya, Ruminten, bersimbah darah mengalami luka parah. Ruminten masih terkapar dan dirawat di RS Sumber Waras. Sebelumnya, ada dugaan Rina sempat diperkosa oleh kawanan perampok sebelum dibunuh. Dugaan ini muncul setelah ditemukan adanya bercak sperma di tubuh korban. Saat ditemukan tewas, tubuh Rina juga tidak terbungkus pakaian, hanya handuk saja. Namun, visum RSCM membantah tuduhan itu. Menurut Kapolres, Rina dan Ruminten menjadi sasaran perampok karena dinilai menghambat tindakan keji mereka. "Karena menghambat, dua orang pembantu itu dihabisi oleh kawanan perampok," kata Kapolres. Perampokan dan pembunuhan di rumah Tommy Roles yang beralamatkan di Blok H-3/7 Perum Green Garden, Jakarta Barat, ini terjadi pukul 12.30 WIB, Kamis (2/3/2006). Perampokan dan pembunuhan ini diotaki oleh Fransiscus Timotius, yang tak lain adalah keponakan Tommy Roles. Fransiscus bersama tiga pelaku lainnya: Yosa, Suwandi, dan Gunarto, sudah berhasil dibekuk polisi. Kini, keempatnya ditahan di Mapolres Jakarta Barat. Seorang pelaku lainnya, bernama Heri, masih diburu polisi.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































