Otak Perampokan di Green Garden Keponakan Korban

Otak Perampokan di Green Garden Keponakan Korban

- detikNews
Jumat, 03 Mar 2006 18:50 WIB
Jakarta - Perampokan mobil Jaguar milik Phoing Tommy Roles dilakukan orang dekat korban. Otak pelakunya adalah Fransiscus Timotius, yang tidak lain adalah keponakan korban. Pelaku lainnya adalah Yosa, sopir pribadi Tommy Roles."Frans (Fransiscus) adalah aktor intelektual peristiwa ini. Sedangkan empat orang lainnya ikut merencanakan," kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Edward Syah Pernong dalam jumpa pers di Mapolres Jakarta Barat, Jl. S Parman, Jakarta, Jumat (3/3/2006).Polisi memastikan otak perampokan dan pembunuhan adalah Fransiscus setelah melakukan pemeriksaan dan penggeledahan, serta ditemukannya barang-barang bukti. Hasilnya, pelaku utamanya adalah orang dekat korban. "Setelah dilakukan cek dan ricek, ini merupakan perbuatan dia (Frans)," ungkap Kapolres.Kapolres menjelaskan, Frans melakukan perampokan dan pembunuhan ini karena terdesak masalah ekonomi. "Karena tidak mendapat jalan keluar, akhrnya Frans melihat kekayaan pamannya itu. Kemudian dia melakukan perampokan itu," jelas dia.Selain Frans, polisi berhasil membekuk tiga pelaku lainnya, yaitu Yosa (bukan Yasa-Red), Gunarto, dan Suwandi. Sementara seorang pelaku lainnya, Heri masih buron. Para tersangka ini dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana yang hukuman maksimalnya adalah hukuman mati.Keempat pelaku yang tertangkap dihadirkan dalam jumpa pers bersama Kapolres Jakarta Barat itu. Dua dari empat pelaku mengalami luka tembak di kakinya. Polisi menembak kaki keduanya karena kabur saat ditangkap. Yosa mendapat tembakan di kaki kanannya.Sedangkan Suwandi juga terkena tembakan di kakinya. Lukanya juga lebih parah dibanding Yosa. Saat hadir dalam jumpa pers, Suwandi terpaksa dibopong oleh polisi, karena tidak bisa berjalan.Frans Sempat MengelakKapolres juga menuturkan, saat ditangkap Frans sempat mengelak melakukan perbuatan biadab ini. "Dia sempat mengaku sedang berada di warnet saat kejadian perampokan dan pembunuhan terjadi," kata Kapolres.Bahkan, Frans sempat menelepon temannya bernama Denny, yang diklaimnya, bersama dirinya saat di warnet. Frans mengklaim berada di warnet di kompleks kampus Unversitas Bina Nusantara (Binus) itu dari pukul 10.00 hingga 16.30 WIB, Kamis (3/3/2006).Tapi, polisi tidak percaya begitu saja. Polisi menanyakan kepada penjaga warnet apa benar Frans ada di warnet Binus waktu itu. Tapi, penjaga warnet membantah Frans berada di warnetnya. Frans tidak berkutik dengan kebohongannya itu dan mengaku sebagai pelaku perampokan dan pembunuhan itu.Selain sebagai keponakan Rommy Roles, Frans masih tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Binus semester VII. Atas perbuatannya ini, Frans terpaksa harus menikmati sumpeknya tahanan Mapolresta Jakarta Barat. Kuliahnya di universitas itu terancam terhenti, karena berhadapan dengan kasus besar! (asy/)


Berita Terkait