Harry Tanoe: Izin Global TV Siaran Umum

- detikNews
Jumat, 03 Mar 2006 18:08 WIB
Jakarta - Kontroversi soal izin siaran Global TV mendapat tanggapan dari Dirut Media Nusantara Citra (MNC) Hary Tanoesoedibjo. Menurut Harry Tanoe, sewaktu Bimantara masuk ke PT Global Informasi Bermutu (GIB), izin siaran televisi tersebut adalah siaran umum."Global TV izinnya sudah TV umum. Seperti TV-TV lain yang keluar waktu itu, yakni Trans TV, TV 7, Lativi. Jadi bukan TV komunitas atau lainnya," kata Harry Tanoe saat diskusi di kantor detikcom, Jalan Warung Buncit Nomor 75, Jakarta Selatan, Jumat (3/3/2006).Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta kepada Global TV untuk mengembalikan izin siaran karena isi sudah bergeser dari izin, yakni dari televisi pendidikan dan dakwah menjadi televisi umum. Pergeseran izin ini, menurut KPI, dinilai menyalahi aturan.Terhadap pendapat ini, Harry Tanoe tegas membantah. "Sewaktu kami masuk pada 2001, sudah TV umum. Waktu itu jelas yang dipakai adalah Undang-undang Penyiaran tahun 1997 yang di dalamnya tidak menyebutkan adanya TV komunitas, TV lokal, TV jaringan, dsb. Jadi ya seperti izin TV TV lain," katanya.Demikian juga mengenai seputar masuknya Bimantara ke Global TV, menurut bos 3 stasiun televisi ini, masuknya Bimantara karena PT GIB mendilusi kepemilikan saham mereka. "Tahun 2001 Bimantara masuk, setor modal ke Global TV. Waktu itu mereka butuh biaya untuk operasional dengan mendilusi saham mereka," katanya.Jadi, lanjutnya, tidak benar jika ada yang mengatakan kepemilikan izin berpindah tangan. "Izin siaran global TV tetap PT GIB," katanya.Pada awalnya Bimantara mempunyai saham 70 persen dan PT Titian Pura 30 pesen di PT GIB. Pada 2005, saham PT Titian Pura yang dimiliki oleh MS Ralie Siregar, Nasir Tamara dan Zuhal dijual."Saham 30 persen PT Titian sudah kita beli. Mereka menjual tahun 2005 lalu. Saya hanya tahu kontaknya Ralie Siregar. Yang lain-lain saya tidak tahu," kata Hary.Penjelasan Hary Tanoe ini berbeda dengan penjelasan Nasir Tamara Kamis (2/3/2006) kemarin. Menurut Nasir Tamara, pihaknya masih mempunyai saham minoritas di stasiun televisi tersebut.Namun Harry Tanoe memastikan kepemilikan saham PT Global Informasi Bermutu seluruhnya sudah dimiliki oleh Bimantara.

(jon/)