Pengacara Prof Muradi: Sierra Lapor ke KPAI Bentuk Keterangan Palsu!

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 18:53 WIB
Jumpa pers kuasa hukum Muradi
Jumpa pers kuasa hukum Muradi. (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Kuasa hukum Profesor Muradi, Rio Capella, yang merupakan eks Sekretaris Jenderal NasDem ke KPAI untuk mengklarifikasi terkait dugaan penelantaran anak hasil hubungan kliennya dengan finalis Miss Landscape International 2019 Era Setyowati (Sierra). Rio menyebut Sierra dan kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution, memberikan keterangan palsu.

"Berkaitan dengan pelaporan ES (Sierra) ke KPAI yang mengklaim bahwa seolah-olah telah terjadi penelantaran atas anak yang dilahirkan oleh ES, adalah bentuk keterangan palsu yang diberikan ke Lembaga Negara (KPAI)," ujar Rio, saat konferensi pers di tempat makan Kunstkring, Menteng, Jakpus, Selasa (6/4/2021).,

Rio menerangkan Muradi dan Sierra tidak pernah menikah. Keduanya hanya saling mengenal.

"Klaim ES (Sierra) yang menyatakan ada pernikahan pada 2018 adalah tidak benar. Karena hingga saat ini sama sekali tidak ada peristiwa pernikahan antara ES dengan Profesor M (Muradi), baik secara resmi maupun nikah siri," tambah Rio.

Dia mengatakan Sierra tidak pernah membuktikan ayah dari anaknya itu adalah Muradi. Dengan datang ke KPAI tanpa membuktikan dulu, menurutnya, sebuah kesalahan.

"Kita siap membuktikan ya atau bersama-sama membuktikan (tes DNA) apakah peristiwa itu betul-betul terjadi. (Tes DNA dilakukan) agar peristiwa ini terang dan jelas. Kalau misalnya memang mereka menyampaikan baik Saudari ES dan pengacaranya, kenapa nggak tes DNA dulu baru ke KPAI? Jadi bukan ke KPAI baru menyampaikan, menantang untuk tes DNA. Menurut saya terbalik, DNA aja dulu baru kemudian bicarakan dengan klien kami, kalau tidak mau baru dibawa ke KPAI. Bukan ke KPAI baru menantang-nantang. Menurut saya ini logikanya terbalik," ucap dia.

Sebelumnya, Era Setiyowati atau Sierra datang ke KPAI untuk melaporkan suami sirinya, Profesor M. Dia menggandeng Razman Arif Nasution sebagai pengacara.

"Jadi dia (Sierra) ini berkenalan dengan salah satu guru besar, Profesor M, guru besar di salah satu perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia, salah satunya di Kota Bandung. Dan Mr M ini juga adalah komisaris independen, komisaris independen di BUMN terkemuka," kata Razman di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Senin (5/4).

Hal itu disampaikan Razman setelah mendampingi Sierra membuat pengaduan. Dia juga menunjukkan bukti surat pengaduan bernomor 273/KPAI/PGDN/4/2021. Razman mengatakan Sierra dan M memiliki anak berusia 8 bulan. Menurutnya, M tidak menafkahi anak itu dengan baik.

M dan istri sahnya, disebut Razman, sempat datang ke kantornya untuk menyelesaikan masalah anak Sierra pada minggu lalu. Namun, kata dia, masalah itu tidak bisa dituntaskan sehingga mereka mengadu ke KPAI.

"Saya masih kasih jalan ini. Tapi kalau besok saya berkirim surat ke kampus dan BUMN, ini repot urusannya," ucapnya.

Dia mengatakan Sierra meminta anak tersebut dinafkahi kebutuhannya hingga kuliah. Dia mengancam melaporkan M ke polisi jika tuntutan itu tak dipenuhi.

"Nanti setelah ini, kami ke Komisi Perlindungan Perempuan, kemudian masuk ke Polda kalau dia tidak merespons ini (pengaduan ke KPAI)," ucap Razman.

Sierra mengatakan anak tersebut tinggal bersamanya. Dia menyebut menikah siri dengan M pada 2018.

"Anaknya (saya dan M) ada (tinggal) sama saya. (Saya) nikahnya (dengan M) secara agama saja. (Pernikahan kami) sejak 2018," kata Sierra.

(sab/jbr)