TNI Puji Penyaluran Zakat BAZNAS sampai Wilayah Perbatasan

Abu Ubaidillah - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 16:01 WIB
BAZNAS
Foto: BAZNAS
Jakarta -

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melalui Brigjen TNI, Kukuh Surya Sigit Santoso mengatakan pengelolaan zakat nasional oleh BAZNAS turut menjaga stabilitas nasional. TNI pun mendukung upaya memperkuat kelembagaan BAZNAS.

Menurutnya, BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang menerapkan tata kelola aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Ia mengatakan sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar bersumber dari zakat.

"Potensi tersebut bila dikelola dengan baik, tentu akan sangat bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/4/2021).

Pernyataan dari Hadi Tjahjanto itu dibacakan Kukuh dalam materi presentasi berjudul Zakat dan Kedaulatan Negara pada Rakornas Zakat 2021 di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Senin (5/4). Menurutnya, zakat adalah ibadah yang erat kaitannya dengan sesama manusia, hablun min al-nas.

"Hal ini menandakan urgensi zakat sebagai salah satu ibadah yang sangat agung dan kewajiban yang sangat mulia. Artinya, Islam memandang hubungan antarmanusia, yang diwujudkan melalui upaya untuk membantu sesama manusia bagi yang mampu, sebagai sebuah permasalahan yang sangat strategis," sambungnya.

Ia mengatakan zakat menjadi perwujudan pola hubungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Zakat juga merupakan jembatan yang menghubungkan orang berada dan saudara-saudara yang membutuhkan.

"Dengan kata lain, zakat merupakan manifestasi konkret dari kepatuhan seorang muslim terhadap perintah Tuhannya dengan cara membantu sesamanya," ucapnya.

Menurutnya, TNI telah menjalin kerja sama dengan BAZNAS dalam pengumpulan dan penyaluran zakat sejak tahun 2014. Melalui kerja sama ini, penyaluran zakat dapat sampai ke masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar. Keberhasilan tersebut telah membuahkan penghargaan BAZNAS Award 2018 bagi TNI.

"TNI menyadari perlunya pengelolaan zakat yang profesional agar kontribusi zakat kepada kehidupan masyarakat semakin optimal. Terlebih di tengah berbagai kesulitan yang dialami masyarakat akibat pandemi COVID-19 saat ini, potensi zakat untuk membantu masyarakat terdampak pandemi menjadi sangat penting untuk dikembangkan. Di sinilah relasi antara zakat dan kedaulatan negara menemukan maknanya," papar Kukuh.

Ia mengatakan kedaulatan negara ditandai dengan terjaminnya kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai instrumen jaminan sosial dalam Islam, menurutnya zakat berfungsi sebagai sarana untuk membangun solidaritas kepada sesama dan menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

"Zakat menjamin mereka yang kurang beruntung mendapat bantuan dari saudara-saudaranya yang lebih berkecukupan. Dengan demikian, zakat menjadi perwujudan bela negara umat Islam untuk menegakkan kedaulatan negara," tambahnya.

Sementara itu Ketua BAZNAS, Noor Achmad berterima kasih kepada Panglima TNI atas dukungan dan upaya optimalisasi peran BAZNAS melalui penguatan regulasi.

"Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya dari BAZNAS untuk Panglima TNI dan segenap jajaran atas dukungan dan upaya optimalisasi peran BAZNAS melalui penguatan regulasi. Semoga bisa mendorong BAZNAS menjadi 'Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat'," tuturnya.

Ia menjelaskan Rakornas Zakat 2021 digelar 3 hari dari tanggal 4-6 April 2021 dengan mengusung tema Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat. Rakornas ini dihadiri 25 peserta dari BAZNAS pusat, 130 Pimpinan BAZNAS provinsi se-Indonesia dan para pejabat negara seperti Menko PMK, Menko Polhukam, Menko Perekonomian, Menteri Agama, Panglima TNI, Kapolri, Gubernur BI, Ketua dan Pimpinan Komisi VIII DPR, mitra BAZNAS dan berbagai pihak yang tak bisa disebutkan satu per satu.

"Hajatan akbar ini menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, dengan melibatkan Satgas COVID-19 dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), layanan tes antigen oleh tim Rumah Sehat BAZNAS (RSB), serta perizinan dari pihak berwenang," ujar dia.

(ncm/ega)