2 Penyeleweng Gas Subsidi di Jakbar Ditangkap, Ribuan Tabung Gas Disita

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 15:39 WIB
Tabung gas yang disita di kasus penyelewengan gas subsidi di Jakbar
Tabung gas yang disita di kasus penyelewengan gas subsidi di Jakbar. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menangkap dua pelaku penyalahgunaan gas subsidi 3 kg di 3 TKP di Meruya Utara dan Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar). Polisi menyita ribuan tabung gas hingga sejumlah kendaraan bermotor dalam kasus ini.

"Dari 3 TKP kami menyita lebih-kurang 1.372 tabung gas 3 kg, 307 tabung gas 12 kg, dan selang regulator 100 selang untuk memindahkan dari 3 kg ke 12 kg, ada 8 kendaraan roda empat, ada 4 kendaraan roda dua," ujar Kasubdit I Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Muhammad Zulkarnain di Meruya Utara, Jakbar, Selasa (6/4/2021).

Adapun kedua pelaku penyalahgunaan gas subsidi 3 kg itu berinisial DF dan T yang berstatus sebagai pemilik usaha gas. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Zulkarnain menjelaskan bagaimana modus dari penyalahgunaan gas subsidi tersebut. Menurutnya, DF dan T awalnya membeli terlebih dahulu gas subsidi 3 kg dalam jumlah besar dari agen.

Kemudian, mereka mengisi satu tabung gas nonsubsidi 12 kg dengan empat tabung gas subsidi 3 kg untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. Pasalnya, harga pasaran dari tabung gas nonsubsidi 12 kg sebesar Rp 140 ribu.

Sementara itu, harga satu tabung gas subsidi 3 kg sebesar Rp 17 ribu. Dengan demikian, DF dan T hanya membutuhkan modal Rp 68 ribu dan menjual gas seharga Rp 140 ribu. Zulkarnain enggan membeberkan cara para pelaku menyuntik isi gas tersebut supaya triknya tidak tersebar.

"Yang 3 kg ini diambil dari agen-agen, ini dibeli sama mereka. Dan ini akan kita dalami juga. Setelah mereka dapat, mereka angkut ke sini, dipindahkan ke tabung 12 kg. Metode khusus saya rasa jangan terlalu disebarin, nanti jadi pelajaran," jelasnya.

"Kalau yang 12 kg itu Rp 140 ribu (di pasaran), sedangkan yang 3 kg Rp 17 ribu di pangkalan mereka beli. Jadi satu tabung biru ini diisi empat tabung melon," sambung Zulkarnain.

Selanjutnya
Halaman
1 2