Kubu Moeldoko Tuding AD ART Demokrat Bikin SBY Bak 'Dewa', Benarkah?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 13:30 WIB
Sekjen Partai Demokrat versi KLB  Jhonny Allen memberikan keterangan pers terkait urgensi KLB Sibolangit di Jakarta, Kamis (11/3/2021). Dalam keterangannya Jhonny mengatakan pengurus versi KLB akan melaporkan AHY ke kepolisian atas dugaan pemalsuan mukadimah AD/ART partai. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Demokrat Kubu Moeldoko (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta -

Partai Demokrat Kubu Moeldoko menuding AD/ART Partai Demokrat 2020 dari kubu Ketum Agus Harimurti Yudhoyono bertentangan dengan UU Partai Politik. Sebab, AD/ART itu dianggap menempatkan Susilo Bambang Yudhoyono bak dewa.

Tudingan itu dilontarkan Kubu Moeldoko saat Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Andi Mallarangeng menertawakannya. Andi Mallarangeng menawarkan opsi maju ke pengadilan. Kubu Moeldoko menyarankan agar Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat partai baru.

"Terkait opsi ketiga Andi yang menawarkan langkah melalui pengadilan, itu adalah tawaran yang menarik dan serius untuk dijalankan. AD/ART Partai Demokrat 2020, yang menjadikan SBY 'dewa' penguasa tunggal di dalam partai, adalah bertentangan dengan UU Partai Politik yang ditandatangani SBY sendiri saat jadi presiden," kata juru bicara kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, dalam keterangannya, Senin (5/4/2021).

Rahmad juga memperingatkan soal 98 nama pendiri Partai Demokrat yang dihilangkan oleh SBY di AD/ART 2020. Dia memastikan pihaknya akan membongkar itu semua di hadapan pengadilan dan masyarakat Indonesia.

"Tak hanya itu. Nama 98 pendiri Partai Demokrat dihilangkan dari sejarah pendirian Partai Demokrat di AD/ART 2020 dan hanya diambil satu pendiri. Ini tentu sangat menarik dibedah di pengadilan dan disaksikan jutaan masyarakat Indonesia dan dunia. Publik juga layak mengetahui bagaimana sesungguhnya konsep demokrasi yang dianut dan yang dipraktikkan SBY," ucapnya.

Tak hanya itu, Rahmad menyebut publik juga bisa menguji nantinya terkait Partai Demokrat yang selalu didengungkan SBY sebagai partai bersih, cerdas, dan santun. Publik, menurutnya, layak tahu apakah SBY betul-betul pendiri Partai Demokrat atau bukan.

"Publik juga bisa menguji manifesto Partai Demokrat yang katanya bersih, cerdas, dan santun yang selalu didengung-dengung SBY saat kampanye, saat memimpin partai, dan bahkan sampai saat ini. Publik juga layak mengetahui secara terbuka apakah SBY sungguh-sungguh menjadi pendiri Partai Demokrat atau bukan," ujarnya.

Apa kata pakar terkait tudingan Kubu Moeldoko ini? Silakan klik halaman selanjutnya.

Simak juga 'AHY Bicara Nasib Kader yang Terpapar Moeldoko dan KLB':

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4