Pemkab OKI Mau Jadikan Masjid Agung Sholihin Pusat Wisata Religi

Angga Laraspati - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 12:58 WIB
Masjid Agung Sholihin Kayuagung
Foto: Pemkab OKI
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (Pemkab OKI) tengah melakukan penataan Kawasan Masjid Agung Sholihin tahun ini. Pembangunan ini diprediksi akan meningkatkan geliat keagamaan serta wisata, khususnya di bidang religi di kawasan Masjid Agung Sholihin Kayuagung.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman (PRKP) OKI Asmar Wijaya mengatakan pengembangan kawasan masjid merupakan inisiasi Bupati Ogan Komering Ilir H. Iskandar sebagai perwujudan OKI lebih maju, mandiri dan sejahtera (Mandira) yang berlandaskan iman dan taqwa.

"Kita lakukan dalam dua tahap. Untuk tahun ini berupa pembangunan ruang pertemuan, perbaikan menara, penggantian lantai masjid serta beberapa penambahan ruang," ungkap Asmar dalam keterangan tertulis, Selasa (6/4/2021).

"Sementara pada tahapan ke dua (tahun 2022) dilakukan pengembangan sekitaran masjid dan pagar keliling," tambahnya.

Ketua Masjid Agung Sholihin Kayuagung. H. Antonius Leonardo mengatakan kawasan Masjid Agung di pinggiran Sungai Komering tersebut memiliki unsur historis dan religi yang bisa dikelola tanpa menanggalkan fungsi utamanya sebagai pusat dakwah dan studi agama Islam.

"Masjid Agung Sholihin milik umat dan juga merupakan aset Pemda OKI, layak untuk dikembangkan jadi pusat wisata religi untuk membangun perekonomian masyarakat sekitar," terang Anton.

Anton menerangkan geliat keagamaan dan aktivitas sosial di Masjid milik pemda ini terus berkembang mulai dari Pendidikan anak-anak melalui TPA, penghafal Al Qur'an, kajian keislaman hingga pembinaan ekonomi kemasyarakatan.

"Masjid bukan hanya pusat beribadah tapi manfaatnya juga bagi warga sekitar," kata Anton.

Anton mengungkap dana yang dikelola Masjid Agung Sholihin mencapai Rp 1 miliar per tahun yang diperoleh dari zakat, infaq, sedekah dan arisan qurban jemaah masjid yang tidak mengendap di rekening masjid namun dimanfaatkan bagi warga yang berhak.

"Dana dari infaq dan sedekah itu dikelola dengan manajemen yang baik seperti bantuan yatim piatu, umroh gratis, sisanya untuk operasional masjid," tuturnya.

Pada masa pandemi COVID-19 masjid juga menyalurkan bantuan bagi anak yatim di Kecamatan Kota Kayuagung.

"Ada ratusan anak yatim yang jadi anak asuh Masjid. Kita bantu Rp 500 ribu per bulan selama tiga bulan, untuk meringankan beban mereka pada masa pandemi," urainya.

Anton juga mengapresiasi Pemkab OKI yang secara intens membantu Masjid Agung Sholihin serta membangun pengembangan kawasan Masjid Agung Sholihin. Ia megungkapkan pembangunan dan penataan kawasan Masjid Agung Sholihin akan meningkatkan fungsi masjid.

"Alhamdulillah kami sangat apresiasi kepedulian Pak Bupati yang sudah membangun Masjid Agung Sholihin," imbuhnya.

Simak juga 'Kemenkes Buka Opsi Vaksinasi COVID-19 di Malam Hari Saat Ramadhan':

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/ega)