Update Jumlah Korban Bencana NTT: 86 Orang Tewas-27 Terluka

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 23:02 WIB
Sejumlah warga menyaksikan rumah yang rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur/wpa/foc.
Banjir bandang di NTT (ANTARA FOTO/HUMAS BNPB)
Jakarta -

Korban tewas akibat bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah lagi. Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan korban tewas berjumlah 86 orang.

"Data sementara 86 korban meninggal," ujar Risma dalam konferensi pers secara virtual, Senin (5/4/2021).

Risma menyebut korban tewas paling banyak berada di Flores Timur, yakni 49 orang. Kemudian di Lembata 20 orang tewas.

"Rincian saat ini dari Bima ada 2 jiwa, kemudian Flotim (Flores Timur) ada 49 jiwa, Alor ada 13, Lembata 20, dan Ende 2 jiwa," ucapnya.

Selain itu, Risma memaparkan data jumlah korban luka. Tercatat ada 27 orang luka yang sudah terdata.

"Korban luka masih terdata 27 jiwa," katanya.

Sebelumnya, Risma menyampaikan pemerintah akan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia. Risma mengatakan pemerintah akan memberi santunan Rp 15 juta kepada keluarga korban yang meninggal dunia.

"Pemerintah akan memberikan santunan masing-masing sebesar Rp 15 juta. Jadi ini datanya masih bergerak karena masih ada beberapa yang belum ditemukan," ujar Risma melalui konferensi pers yang digelar secara virtual, Senin (5/4/2021).

Selain itu, pemerintah akan memberikan santunan kepada korban luka. Santunan tersebut akan diberikan sebesar Rp 5 juta.

"Kemudian untuk korban luka saat ini juga masih terdata 27 jiwa. Kami pemerintah akan memberikan santunan sebesar masing-masing Rp 5 juta," ucapnya.

(man/haf)