AS Telah Abaikan Asia Tenggara dan Australia
Jumat, 03 Mar 2006 13:59 WIB
Jakarta - Pemerintah AS dituding telah mengabaikan Asia Tenggara dan Australia sejak Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Condoleezza Rice menjabat.Demikian dicetuskan mantan Wakil Menlu AS Richard Armitage kepada koran The Australian, seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (3/3/2006).Menurut Armitage, Rice terlalu banyak menekankan pada bagian dunia lainnya dan kurang memperhatikan wilayah Asia Tenggara dan Australia.Selama lebih dari satu tahun jabatannya, Rice telah mengunjungi 59 negara, namun baru satu negara di Asia Tenggara, yakni Thailand. Itu juga lamanya lawatan kurang dari 24 jam.Armitage merupakan Deputi Menlu AS semasa periode pertama pemerintahan Presiden George W Bush. Saat itu Menlu Colin Powell masih menjabat.Armitage mengritik keputusan Rice yang membatalkan lawatannya ke Indonesia dan Australia pada Januari lalu.Saat itu, Rice menyebutkan dirinya perlu memonitor dari Washington mengenai situasi di Timur Tengah ketika Perdana Menteri (PM) Israel Ariel Sharon mengalami serangan stroke parah."Saya pikir tak ada hal yang bisa menghentikan kunjungan itu," ujar Armitage.Mantan petinggi AS itu menyesalkan pembatalan lawatan Rice ke Australia yang telah terjadi dua kali, pada November 2005 dan Januari 2006 tersebut."Dua kali gagal pergi ke Australia setelah merencanakannya, ditambah dengan fakta bahwa di Australia kita tidak punya duta besar (dubes)," kata Armitage. Posisi dubes AS untuk Australia memang telah kosong selama setahun lebih.
(ita/)











































