Ketua MPR: Wajah Pemuda Saat Ini adalah Indonesia di Masa Depan

Erika Dyah - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 18:18 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan usia muda bukanlah halangan untuk dapat mengukir prestasi. Sebagaimana ditunjukan Muhammad Fahmi Husaen, penyandang disabilitas yang mampu meraih sederet prestasi nasional dan internasional, di antaranya Medali Emas Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke 31, Medali Perak dan Special Award dari King Abdul Aziz University dalam Seoul Internasional Invention Fair 2018.

Selain itu, Bamsoet juga menyebutkan nama pianis muda berbakat Joey Alexander yang ketika usianya masih belasan tahun telah piawai bermain piano menembus Billboard 200 dan mendapatkan nominasi Grammy Awards untuk kategori Best Jazz Solo Improvisation dan Best Instrumental Jazz Album. Ada juga Harry Halim, desainer muda Indonesia pertama yang mampu menembus ajang bergengsi Paris Fashion Week.

"Serta Aries Susanti Rahayu, peraih Medali Emas IFCS World Cup Xiamen 2019, yang memecahkan rekor dunia sebagai wanita pertama yang mencatatkan waktu kurang dari 7 detik dalam kejuaraan panjat tebing kategori speed. Mereka telah menebar inspirasi, patut diteladani oleh para pemuda Indonesia lainnya," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Senin (5/4/2021).

Hal ini ia sampaikan dalam Webinar Sky Talk 2021, OSIS Ganasatya Arkatama SMA Labschool Kebayoran yang berjalan secara virtual.

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional Tahun 2020 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS), Bamsoet mengungkap tercatat ada sebanyak 64,5 juta jiwa pemuda Indonesia berusia 16 sampai 30 tahun. Jumlah tersebut, lanjutnya, hampir seperempat dari total jumlah penduduk Indonesia.

Lebih lanjut, ia merinci dari aspek latar belakang pendidikan, sebagian besar pemuda Indonesia atau 74,18 persennya adalah lulusan sekolah menengah atas dan sekolah menengah pertama.

"Pemuda yang menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi hanya sebesar 10,36%, dan sekitar 11,97% pemuda hanya tamat SD/sederajat, serta sisanya (3,49%) tidak tamat SD atau belum pernah sekolah," jelas Bamsoet.

Sementara itu, Bamsoet menerangkan aspek potensi ekonomi dan ketenagakerjaan pemuda yang diukur berdasarkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja menunjukkan angka yang juga belum optimal. Ia menambahkan pada tahun 2020, angka tersebut berada di kisaran 61,31%, dengan tingkat pengangguran terbuka mencapai 15,23%. Artinya, dari setiap 100 angkatan kerja pemuda, terdapat sekitar 15 pemuda yang tidak atau belum bekerja.

"Data BPS mencatat 85,62% pemuda Indonesia adalah pengguna aktif internet. Namun sayang, besarnya angka penetrasi internet generasi muda tersebut belum dimanfaatkan secara optimal," terang Bamsoet.

Selain itu, Bamsoet juga merujuk pada survei yang dilakukan Kementerian Tenaga Kerja pada tahun 2018. Ia menyebutkan tercatat sekitar 90,61% pemuda menggunakan internet hanya untuk media sosial dan jejaring sosial. Padahal menurutnya, internet sangat potensial dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang bersifat produktif.

"Aspek lain yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa penggunaan internet pada semua lini kehidupan (the internet of things), di satu sisi telah menawarkan banyak kemudahan dan efisiensi, namun di sisi lain juga telah melahirkan generasi yang cenderung individual dan anti sosial," tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menekankan, daya magis modernitas zaman yang direpresentasikan oleh hadirnya gadget canggih dan kaya fitur, serta didorong pesatnya kemajuan teknologi informasi membuat generasi muda menjadi terlalu asyik dengan dunianya sendiri. Ia menilai pemuda jadi cenderung abai dan acuh dengan realita sosial dan kondisi lingkungan di sekitar mereka.

"Karena itu saya ingin berpesan kepada segenap generasi muda bangsa, bahwa generasi muda saat ini adalah pewaris estafet kepemimpinan nasional yang akan mengemban amanah kebangsaan dalam membangun peradaban Indonesia di masa depan. Wajah pemuda saat ini, adalah wajah Indonesia di masa depan," pungkas Bamsoet.

(akd/ega)