Sidang Kasus Hoax Omnibus Law

Ahli Forensik Polri Ungkap Pencarian Bukti Cuitan Jumhur soal UU Ciptaker

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 15:06 WIB
Jumhur Hidayat
Jumhur Hidayat mengikuti sidang di PN Jaksel (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Ahli forensik Mabes Polri Muhammad Asep Saputra membeberkan pencarian bukti berkaitan dengan perkara dugaan penyebaran hoax atau berita bohong soal omnibus law UU Cipta Kerja yang menjerat Jumhur Hidayat. Bagaimana analisis ahli forensik itu?

"Ada beberapa barang bukti (berupa) handphone, iPad, hard disk, komputer, laptop, dan CD," ucap Asep dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (5/4/2021).

Asep dihadirkan jaksa penuntut umum untuk memberikan pendapatnya dalam sidang itu. Seluruh barang bukti yang disebut Asep itu dianalisis secara digital forensik sesuai dengan permintaan penyidik dengan kata kunci 'UU Cipta Kerja'.

"Resume dari penyidik dengan keyword UU Cipta Kerja, omnibuslaw," kata Asep.

"Semua barang bukti yang masuk diperiksa dengan cara yang sama. Kami ekstrak secara keseluruhan. Nah, apakah di dalam barang bukti tersebut ada aplikasi, itu kita analisis. Jika memang ada Twitter, ada pesan atau posting-annya," imbuhnya.

Dari analisis itu, Asep mengaku menemukan sejumlah unggahan yang diduga dilakukan Jumhur. Setelahnya, hasil yang ditemukan Asep itu diteruskan ke penyidik.

"Pada saat itu semua kami berdasarkan surat penyidik dan diberi tahu penyidik apakah ada posting-an yang seperti 'UU ini memang untuk primitif', itu kami temukan dan kami sampaikan ke penyidik memang posting-an itu ada," kata Asep.

Jumhur Akhirnya Hadir Langsung di Sidang

Jumhur kali ini tampak di kursi terdakwa setelah sebelumnya selalu mengikuti sidang secara daring. Lantas Jumhur berharap jaksa mengembalikan barang bukti, yaitu laptop, karena disebutnya adalah milik anaknya.

"Dari sembilan barang bukti, cuma satu yang dipakai dalam sidang ini, itu ada komputer anak saya," kata Jumhur.

Laptop itu disebut Jumhur digunakan untuk bersekolah anaknya. Jumhur menyebut penyitaan laptop itu membuat pendidikan anaknya terkendala.

"Laptop itu dia pakai itu, jadi dia nggak bisa sekolah, semua pelajarannya di situ. Kalau Yang Mulia bisa kembalikan laptop itu, itu dalam persidangan ya alhamdulillah, jadi anak saya bisa sekolah," kata Jumhur.

"Udah bilang betul-betul bersih, ya orang punya anak saya. Ngapain anak saya ikut-ikutan, itu buat pelajaran," imbuh Jumhur.

Diketahui, Jumhur Hidayat didakwa menyebarkan berita bohong terkait omnibus law UU Cipta Kerja. Petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu didakwa dengan Pasal 14 ayat 1 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Selain itu, Jumhur didakwa menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan rasa kebencian antarkelompok.

(dwia/dhn)