Seluruh Maluku Terkena Badai, Gubernur Nyaris Jadi Korban

Seluruh Maluku Terkena Badai, Gubernur Nyaris Jadi Korban

- detikNews
Jumat, 03 Mar 2006 13:24 WIB
Ambon - Rupanya bibit badai tropis alias tropical low bukan hanya melanda kota Ambon. Seluruh wilayah di Maluku juga terserang angin kencang ini. Gubernur Maluku pun nyaris jadi korban. Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi Gubernur Maluku, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) dan instansi terkait, Jumat (3/3/2006) di kantor Gubernur Maluku, Ambon. Akibat terjangan angin bibit badai tropis, sebagian jalan raya di kota Ambon mengalami longsor akibat hantaman ombak. Begitu juga tanggul. Pemda Maluku memperkirakan 205 unit rumah rusak, sebagian lagi hanyut dibawa ombak. Pemerintah Daerah Maluku dalam waktu dekat juga akan merelokasikan ratusan pengungsi ke wilayah Nania, Kecamatan Baguala, Ambon. "Sudah tidak layak hunian di pesisir pantai," kata Gubernur Maluku, Karel Alberth Ralahalu. Gubernur juga mengaku nyaris menjadi korban terjangan angin kencang ini. Menurut dia, kepulangan dirinya dari Kecamatan Tehoru bersama beberapa anggota Muspida nyaris mengundang maut. "Kami hampir tenggelam ketika kapal Cantika Inova yang kami tumpangi nyaris tenggelam dihantam ombak," kata Gubernur.Sementara itu Wakil Walikota Ambon, Syarief Hadler mengatakan, sesuai data lapangan jumlah pengungsi sementara ini 578 Kepala Keluarga atau 2.350 jiwa. Kerusakan parah terjadi di Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Badan jalan penghubung desa Siri Sori dan desa Ulath putus. Begitu juga tanggul sepanjang 500 meter roboh. Di lain tempat, jembatan penyeberangan Kapal Motor Ferry Waipirit Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menuju Hunimua juga mengalami patah pada beberapa bagian. 21 Unit rumah di Desa Kamariang, Kabupaten SBB rusak berat.Hal yang sama terjadi di Maluku Tenggara Barat khususnya Tanimbar, Kisar, Wetar dan sejumlah tempat lainnya. Ratusan rumah rusak, jalan dan tanggul roboh. Kecepatan angin yang berkisar antara 40-50 knot per jam plus gelombang pasang setinggi 5 meter menghantam Kecamatan Leksula Kabupaten Buru. 71 Unit rumah rusak. Sementara seluruh wilayah Leksula tergenang air. "Memang benar kondisi tersebut. Kami baru mendapatkan laporan dari Camat Leksula. Penanganan sedang lakukan," ujar Wakil Bupati Buru, Bakri Lumbessy kepada detikcom via telepon. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait