Kisah Dramatis WNI yang Disandera Abu Sayyaf Saat Selamatkan Diri

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 12:06 WIB
Jakarta -

Arizal Kastamiran (30), salah seorang warga negara Indonesia (WNI) yang disandera Abu Sayyaf menceritakan kisah dramatisnya saat berjuang untuk bebas dari penyanderaan. Arizal sebelumnya mengira tidak akan selamat dalam penyanderaan tersebut.

"Yang pertama alhamdulillah sekali ya bisa berkumpul lagi sama keluarga, bisa lebaran bareng keluarga, dikirain udah nggak bisa kumpul lagi sama keluarga," kata Arizal di Gedung Nusantara, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (5/4/2021).

Saat disandera, Arizal dan kawan-kawan sering tak diberi makan oleh kelompok Abu Sayyaf. Arizal mengaku saat itu posisinya sangat terancam karena berada di bawah kendali kelompok Abu Sayyaf.

"Yang jelasnya memang kesehariannya memang sengsara ya, di sana ya, kadang kalau memang masih kuat, kadang kita tidak makan dua hari, tiga hari, dan takut dikena bom atau apa memang sengsara betul lah kehidupan di sana nggak ada enaknya, sama kehidupan nggak kejamin gitu, takut kenapa-kenapa gitu," tuturnya.

Arizal mengungkapkan kisah penyelamatannya bermula saat dirinya dan sandera lainnya akan dibawa ke Pulau Tawi-tawi. Kala itu, perahu yang ditumpanginya terbalik setelah dihantam ombak besar.

"Kemarin itu kami yang kami dengar dari personel Abu Sayyaf kami mau dipindahkan Pulau Tawi-tawi. Perjalanan menuju Tawi-tawi terus jam 9 pagi kapal kami itu terbalik dihantam sama ombak," katanya.

Seketika, ia dan sandera lainnya pun menyelamatkan diri masing-masing. Arizal dan sandera lainnya kemudian berupaya mengambil alih perahu dari tangan kelompok Abu Sayyaf menuju pulau terdekat.

"Saya dan rekan saya Riswanto ambil haluan menuju ke pulau, di situ ada pulau dekat-dekat situ," ujar Arizal.

Butuh 7 jam untuk Arizal dan kawan-kawan sampai di pulau terdekat dengan perahu yang berhasil ia rebut itu. Dia pun baru bisa mendapat pertolongan dari otoritas setempat pada pukul 17.00 waktu setempat.

"Kami dari 9 sampai jam 4 sore, jam 5 sore baru ada pertolongan," katanya.

Seperti diketahui, Arizal dan 3 WNI lainnya disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina selama 427 hari. Arizal dan 3 WNI lainnya itu diselamatkan oleh militer dan kepolisian Filipina.

Keempat WNI itu diselamatkan usai terpencar ketika kapal kelompok Abu Sayyaf tenggelam karena gelombang laut. Kala itu kapal kelompok Abu Sayyaf tengah dikejar oleh aparat setempat.

Arizal, Arsad, dan Andi Riswanto diselamatkan oleh pasukan Filipina di South Ubian, Tawi-Tawi pada Kamis (18/3), sedangkan Khairuldin diselamatkan di Pulau Kalupag, Minggu (21/3).

(whn/mae)