Round-Up

Manuver Kubu Moeldoko Dorong AHY ke DKI Dianggap PD Angin Lalu

Tim detikcom - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 07:33 WIB
Moeldoko-AHY
Moeldoko dan AHY (Foto: 20Detik).
Jakarta -

Partai Demokrat versus kubu Moeldoko masih panas. Kini, isu Pilgub DKI jadi arena baru perdebatan kedua belah pihak. Demokrat 'mendorong' sang kepala Kantor Staf Presiden (KSP) maju ke Pilgub DKI dibalas manuver kubu Moeldoko menyorongkan AHY ke gelanggang yang sama.

Dirangkum detikcom, Senin (5/4/2021), adalah elite Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik yang memulai isu ini. Setelah hasil kongres luar biasa atau KLB PD ditolak pemerintah, Rachland bercuit pihaknya siap membantu Moeldoko maju Pilgub DKI.

"Demokrat akan menerima dengan tangan terbuka bila KSP Moeldoko berkeinginan menjadi anggota Partai pimpinan Agus Yudhoyono. Ketua Bapilu @Andiarief__ akan membantunya bila ia ingin maju berkompetisi secara sehat menjadi Cagub DKI dalam pilkada mendatang. You are warmly welcome!," demikian cuitan Rachland.

Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyatakan tak ada pembahasan mengusung Moeldoko di Pilgub DKI. Dia menduga Rachland sedang melontarkan satire untuk Moeldoko. "Dugaan saya seperti itu (satire)," ujarnya.

Tak terima, kubu Moeldoko melakukan serangan balik. Giliran mereka yang mengusung Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, sang ketua umum Demokrat, maju Pilgub DKI.

"DPP Partai Demokrat pimpinan Pak Moeldoko justru berniat mengusulkan AHY untuk kali kedua sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Kami melihat, AHY sangat serius untuk melanjutkan karirnya yang terhenti tiba-tiba di militer. Tentunya keputusan SBY yang meminta AHY berhenti dari militer dengan pangkat mayor adalah pertimbangan AHY yang akan diusung menjadi gubernur DKI," kata juru bicara kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, kepada wartawan, Minggu (4/4).

"Coret-coretannya tentu waktu itu menang. Kalau coret-coretannya kalah, tentu tak mau mundur dari karir militer. Adik kelas AHY saja sekarang sudah berpangkat letnan kolonel di TNI," imbuhnya.

Partai Demokrat tak ambil pusing dengan manuver balasan kubu Moeldoko. Demokrat memilih menganggap kubu Moeldoko seperti angin lalu.

"Rahmad siapa? Saya tidak kenal. Tentu tidak produktif untuk saya respons. Apalagi Ketum AHY dan kader Partai Demokrat sekarang fokus kerja untuk rakyat. Lebih bijak pikirkan solusi dan aksi ringankan penderitaan rakyat saat ini," kata Wasekjen Demokrat Irwan.

Simak juga video 'PD: Kubu Moeldoko Kontradiktif Mau Bersih-bersih Demokrat':

[Gambas:Video 20detik]



Analisis ribut-ribut baru kubu Moeldoko versus Demokrat di halaman selanjutnya.