Arroyo Cabut Keadaan Darurat

Arroyo Cabut Keadaan Darurat

- detikNews
Jumat, 03 Mar 2006 11:39 WIB
Jakarta - Setelah sempat tertunda, Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo akhirnya mencabut keadaan darurat sipil yang telah diberlakukan selama seminggu.Pencabutan ini dilakukan setelah para penasihat keamanan Arroyo memastikan bahwa ancaman kudeta telah berhasil diredam."Saya gembira untuk melaporkan bahwa kami telah menghancurkan upaya-upaya sabotase," ujar Arroyo dalam pidato yang disiarkan televisi nasional."Saya sangat yakin bahwa ketertiban dan hukum telah kembali normal," imbuh Arroyo seperti dilansir kantor berita Associated Press, Jumat (3/3/2006).Presiden Arroyo mengumumkan status darurat sipil pada 24 Februari lalu untuk menangani plot kudeta yang diduga melibatkan perwira militer, pemberontak komunis dan warga sipil.Pada Kamis 2 Maret kemarin, pimpinan kepolisian dan kehakiman mengatakan, mereka akan merekomendasikan pencabutan status darurat karena situasi sudah normal.Otoritas Filipina sejauh ini telah mengajukan tuntutan kriminal terhadap sedikitnya 51 anggota oposisi, personel militer dan lainnya atas upaya menggulingkan Arroyo. Mereka termasuk lima anggota parlemen sayap kiri yang menolak diinterogasi polisi.Beberapa menit sebelum pencabutan status darurat, dua ledakan mengguncang ibukota Filipina. Ledakan itu terdengar di dekat kantor tim polisi elit di Manila. Belum jelas apakah ledakan itu berasal dari bom atau bukan. Juga belum diketahui ada tidaknya korban dalam insiden ini. (ita/)


Berita Terkait