Ade Terluka Karena Ikut-ikutan Penumpang KA Berloncatan
Jumat, 03 Mar 2006 11:38 WIB
Jakarta - Sedikitnya 34 penumpang KA terluka akibat atap gerbong KA Ekonomi Rangkasbitung-Jakarta Kota ambrol. Dua di antaranya dilarikan ke RS Pusat Pertamina (RSPP). Korban yang dibawa ke RSPP adalah Liani Sutanti (41) dan Ade Iman (35). Liani, warga Taman Kedaung Raya, Ciputat, mengalami benjol di kepala dan luka-luka ringan. "Dia telah diperbolehkan pulang sejak pukul 09.20 WIB," kata Kepala Pengawas Pemasaran dan Humas RSPP Titi Wahyuni di kantornya, Jalan Kiai Maja, Jakarta Selatan, Jumat (3/3/2006).Sedangkan Ade mengalami robek di kepala dan mendapat 5 jahitan serta tangan kiri terkilir. Warga Pondok Pucung RT04/06, Pondok Aren, Ciputat, ini masih dirawat di UGD RSPP."Hingga kini baru dua korban ditangani RSPP. Menurut info dari 118 di sana sudah bersih. Tetapi kita tetap stand by, siapa tahu ada yang tertinggal," kata Titi.Apakah mereka dipungut biaya? "Belum tahu. Liani mungkin bayar karena menebus resep obat. Kalau Ade Iman, karena bekerja di Bumiputera, sementara ini dia di-cover kantornya," urai Titi.LoncatPanik. Itulah yang dirasakan Ade saat merasakan ada goyangan di KA yang ditumpanginya. Apalagi atap KA semakin melesak. Dia yang berada di dalam gerbong pun nekat melompat dari perut KA."Saya naik kereta api dari Stasiun Sudimara. Sejak kereta api jalan sudah terasa ada goyangan. Selain itu kelebihan muatan," kata Ade membuka cerita.Menurut dia, penumpang yang ada di dalam KA sejak di Tanah Kusir berusaha menopang atap dan banyak yang meloncat. Mendekati Kebayoran Lama, atap KA kritis."Karena panik, banyak penumpang yang loncat. Saya ikutan loncat saat kereta masih jalan. Banyak penumpang yang di dalam dan atap juga melompat," ujar pria mengenakan kemeja kotak-kotak warna biru ini sambil menerawang.
(aan/)











































