Ribuan Babi di Mentawai Akan Divaksin Anti Ngorok
Jumat, 03 Mar 2006 11:09 WIB
Padang -
Selain memvaksin 3 juta ayam untuk mencegah meluasnya wabah flu burung di Sumatera Barat (Sumbar), Dinas Peternakan Sumbar juga akan memvaksin ribuan ternak babi di kabupaten Kepulauan Mentawai. Upaya itu untuk mencegah kembalinya penyakit 'ngorok' (cepticaenia epizooticae) yang beberapa waktu lalu sempat membunuh 1.662 ekor babi, 14 sapi, dua kerbau, dan 28 rusa milik warga Kecamatan Siberut Utara dan Kecamatan Siberut Selatan."Ada sekitar 5.000 hewan ternak, sebagian besar babi peliharaan di Mentawai yang perlu segera diberi vaksin. Kita sudah ajukan anggaran sebesar Rp 160 juta pada Pemprov untuk membeli vaksin dan obat-obatan," ujar Kepala Dinas Peternakan Sumbar, Arisman Agus, ketika dihubungi detikcom, Jumat (3/2/2006).Dikatakan Arisman, penyakit ngorok yang menjangkiti hewan ternak di Mentawai beberapa waktu lalu disebabkan kurangnya perhatian peternak terhadap pola pemeliharaan hewan yang benar, seperti menjaga kebersihan kandang. "Berbeda dengan Anthrax, virus cepticaenia epizooticae yang menyerang pencernaanhewan tidak menular kepada manusia," ujarnya.Lebih lanjut, Arisman mengatakan, kebiasaan masyarakat Mentawai memelihara babi dalam kandang yang terletak di bawah rumah merupakan pola yang tidak sehat danperlu diubah. "Kita akan beri penyuluhan bahwa kebiasaan seperti itu juga membahayakan kesehatan manusia," demikian Arisman Agus.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































