Meski Ngik..Ngiiik.. Masinis Tetap Jalankan Kereta
Jumat, 03 Mar 2006 10:04 WIB
Jakarta - Ngik..ngikk...ngiiikk... Begitulah kira-kira bunyi atap gerbong kereta api ekonomi jurusan Rangkasbitung-Jakarta Kota saat mulai runtuh. Para penumpang mulai merasakan adanya ketidakberesan dalam gerbong yang mereka naiki di Stasiun Ranji.Saat kereta memasuki daerah pekuburan Tanah Kusir, dinding gerbong kereta itu mulai retak dan perlahan-lahan turun. Ngik...ngikk...terdengar lagi. Bunyi itu bertambah keras.Karena kaget dan panik, beberapa orang mulai mencoba melompat dari gerbong KA. Seperti Indra (28), warga Cisaung, dia nekat terjun dari gerbong kereta yang sedang melaju, tepatnya di perlintasan kereta Kebayoran Lama. Untung dia hanya mengalami luka lecet.Indra yang saat itu berada pintu sebelah kanan gerbong menambahkan, beberapa orang penumpang sebenarnya sudah meminta masinis untuk segera menghentikan laju kereta. Namun karena masinis tidak melihat ke arah belakang, kereta tetap maju."Beberapa orang sempat memberi lambaian tangan untuk memberi tahu masinis tetapi karena posisi kita di belakang dan kereta mengarah ke depan, jadi masinis tidak melihatnya," ujar Indra ketika ditemui detikcom di Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat, (3/3/2006).Hal senada dirasakan Sukasna (28), warga Pondok Betung. Dia juga merasakan kereta bermasalah sejak dari Stasiun Kranji. Masinis baru menghentikan kereta ketika kereta tiba di Stasiun Kebayoran Lama. Gara-gara insiden itu telapak tangan Sukasna tergores.Kereta ekonomi 907 ini biasanya membawa sekitar 5-6 gerbong. Namun hari ini lokomotif hanya menarik 4 gerbong. Gerbong keempat yang merupakan gerbong paling buncit berhasil dipisahkan. Sementara sisanya bisa diberangkatkan kembali.Gerbong yang rusak ini praktis menarik perhatian warga Kebayoran. Ratusan warga menyemut mencoba melihat gerbong itu. Akibatnya petugas terpaksa menyuruh warga minggir untuk memudahkan proses evakuasi korban. Sementara itu sekitar 28 korban cedera sudah dilarikan ke RS Pertamina di Jalan Kiai Maja, Jakarta Selatan.
(ddn/)











































