Polsek Lingsar Dukung Kampung Sehat Lewat Inovasi Biogas Kotoran Sapi

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 03 Apr 2021 20:50 WIB
Polda NTB
Foto: Polda NTB
Jakarta -

Program Kampung Sehat 2 yang diinisiasi Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal mendapat dukungan dari warga Desa Gontoran, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro, warga Desa Gontoran justru mengembangkan inovasi biogas dengan bahan baku kotoran ternak sapi.

Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari mengungkapkan inovasi tersebut merupakan implementasi PPKM Skala Mikro serta dalam mendukung Program Kampung Sehat 2 Nurut Tatanan Baru (NTB).

"Memang inovasi Biogas dari kotoran ternak ini sudah lumayan lama di Indonesia, namun baru dikembangkan di Kecamatan LinGsar khususnya di Desa Gontoran. Ini juga tidak terlepas dari usaha personel Bhabinkamtibmas kami Bripka I Gede Arya Suantara, yang intens melakukan pembinaan khususnya kepada kelompok-kelompok peternak sapi," ujar Dewi dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/4/2021).

Dewi menjelaskan di tengah pandemi, Bripka Gede Arya selaku Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Gontoran terus berupaya melakukan sosialisasi ke warga binaannya, khususnya peternak sapi. Salah satunya terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban (harkamtib).

"Artinya, para peternak sapi yang semula memiliki kandang masing-masing dianjurkan agar membentuk kandang kumpul (kelompok, red). Nah, setelah itu baru kemudian mereka diberi penjelasan bagaimana memanfaatkan kotoran ternak, yang semula tidak berharga menjadi sesuatu yang berharga yakni dijadikan bahan baku Biogas," jelasnya.

Polda NTBFoto: Polda NTB

Lebih lanjut ia menuturkan melalui adanya inovasi biogas tersebut, warga Kampung Sehat Desa Gontoran pun merasa terbantu, khususnya para ibu-ibu. Terlebih saat ini hasil pupuk tersebut telah didistribusikan ke luar kecamatan.

"Jadi, ibu-ibu rumah tangga di Gontoran sekarang sudah tidak terlalu pusing dengan gas elpiji untuk keperluan memasak. Pun para petani saat ini juga tidak gamang dengan pupuk pertanian, karena pupuk kompos dan pupuk kandang sudah tersedia di kampung mereka," katanya.

"Bahkan pupuk yang dihasilkan Kampung Sehat Desa Gontoran, juga sudah didistribusikan keluar wilayah Kecamatan Lingsar, sedangkan hasil penjualan dikumpulkan sebagai kas kandang kumpul," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan adanya PPKM Skala Mikro tak terlalu memberikan dampak terhadap intervensi Kampung Sehat 2, harkamtibmas dan perekonomian Desa Gontoran. Hal ini mengingat masyarakat masih bersemangat dalam berinovasi.

Polda NTBFoto: Polda NTB

Meskipun demikian, Dewi menjelaskan pihaknya tetap mengingatkan masyarakat soal perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan mematuhi protokol kesehatan.

"Berbagai cara kami lakukan, operasi yustisi, blusukan membagikan masker ke kampung-kampung, door to door. Alhamdulillah, masyarakat saat ini sudah muncul kesadarannya sebagai bagian dari kebiasaan," pungkasnya.

(akn/ega)