Polisi-Damkar Jaga Ibadah Jumat Agung di Gereja Santo Albertus Bekasi

Afzal Nur Iman - detikNews
Jumat, 02 Apr 2021 16:08 WIB
Suasana pengamanan di depan Gereja Santo Albertus, Medan Satria, Bekasi (Afzal-detikcom)
Foto: Suasana pengamanan di depan Gereja Santo Albertus, Medan Satria, Bekasi (Afzal-detikcom)
Bekasi -

Petugas gabungan dari TNI, Polisi, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) melakukan pengamanan di Gereja Santo Albertus, Medan Satria, Bekasi. Sekitar 20 personel gabungan dikerahkan untuk penjagaan ibadah Jumat Agung di gereja ini.

"Untuk pengamanan Jumat Agung, kami melaksanakan pengamanan di Gereja Albertus, dari TNI, polisi, Damkar, Satpol PP yang sudah di kecamatan," kata Kapolsek Medan Satria Bekasi, Kompol Agus Rohmat, saat ditemui di lokasi, Jumat (2/4/2021).

Ada sekitar 20 personel gabungan yang dikerahkan. Penjagaan di gereja tersebut sudah dilakukan sejak Kamis (1/4) kemarin. Petugas gabungan bersiaga ketika gereja tersebut melaksanakan ibadah.

"Stand by apabila ada giat ibadah. kalau yang di sini pengamanan internal ada, pengamanan internal dalam dari gereja," ujarnya.

Agus mengatakan tak ada kendala dalam pengamanan gereja. Dia berharap situasi terus kondusif.

"Sejauh ini tidak ada, di sini Alhamdulillah aman," jelasnya.

Pihak keamanan gereja mengatakan telah berkoordinasi dengan TNI, Polisi, hingga tokoh masyarakat untuk menjaga keamanan bersama. Pihak gereja mengatakan tak ada masalah saat pelaksanaan ibadah di gereja tersebut.

"Pengamanan kita di gereja rutin ya, bahwa saat ini melibatkan beberapa instansi terkait salah satunya juga dari kepolisian, dari Satpol PP terus kemudian dari tokoh masyarakat, semuanya itu kita rangkul dan merapat di sini dalam rangka pengamanan gereja gitu," kata Koordinator Keamanan Gereja Santo Albertus Agustinus Thomas Priyono saat di lokasi.

Ibadah Jumat Agung di gereja tersebut dibatasi untuk mencegah penularan virus COVID-19. Gereja yang biasa menampung ribuan jemaat, kini hanya dibatasi untuk 400 jemaat untuk sekali ibadah.

"Selama pandemi ini kita juga menyesuaikan dari pada gugus daerah bahwa untuk gereja dibatasi. Kurang lebih satu misa ini, sekali misa 400-an orang, dimana biasanya sampai ribuan," ujarnya.

Thomas mengatakan jemaat tetap antusias mengikuti ibadah Jumat Agung kali ini. Dia berharap dalam melaksanakan ibadah Paskah ini umat bisa aman.

"Mudah-mudahan dalam melaksanakan Paskah ini kita bisa aman, tertib, tentunya umat bisa nyaman dalam mengikuti Paskah ini," ujarnya.

(haf/haf)