Waket MPR Minta Data Terpilah bagi Disabilitas Segera Direalisasikan

Inkana Putri - detikNews
Jumat, 02 Apr 2021 13:29 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta para pemangku kepentingan untuk segera merealisasikan penerapan data terpilah berdasarkan ragam disabilitas.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta para pemangku kepentingan untuk segera merealisasikan penerapan data terpilah berdasarkan ragam disabilitas. Hal ini dilakukan guna mewujudkan proses perencanaan pembangunan yang inklusif.

"Tahun lalu saya telah menyampaikan sejumlah masukan dari hasil diskusi yang digelar tim Denpasar 12 terkait penerapan data terpilah berdasarkan ragam disabilitas agar proses pembangunan yang inklusif bisa direalisasikan," ujar Lestari dalam keterangannya, Jumat (2/4/2021).

Hal ini ia sampaikan saat menerima Koordinator Sahabat Difabel Jepara, Adib Budiono di Rumah Dinas Wakil Ketua MPR RI, Kamis (1/4).

Dalam kesempatan tersebut, Rerie, sapaan akrab Lestari, juga menegaskan penggunaan data terpilah berdasarkan jenis disabilitas sangat diperlukan. Menurutnya, upaya ini dapat membantu mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi para penyandang disabilitas secara komprehensif.

Terkait hal ini, Rerie mengimbau agar hal ini dilakukan sesuai data yang ada. Dengan demikian para pemangku kepentingan dapat lebih terarah dalam merealisasikan sejumlah program bagi para penyandang disabilitas. Selain mewujudkan data terpilah berdasarkan jenis disabilitas, Lestari berharap pemberdayaan para sahabat difabel dapat terus ditingkatkan.

Oleh karena itu, anggota Majelis Tinggi Partai NasDem meminta agar masyarakat ikut berkolaborasi dan berpartisipasi untuk melibatkan para penyandang disabilitas dalam kegiatan ekonomi.

Ia juga meminta agar upaya kreatif yang dilakukan para sahabat difabel dapat terus didukung oleh semua pihak. Menurutnya, hal ini dapat mengurangi persoalan yang dihadapi saat ini sekaligus menggerakkan perekonomian desa dan daerah.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut Koordinator Sahabat Difabel Jepara, Adib Budiono menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi para sahabat difabel di Jepara, Jawa Tengah terkait dokumen kependudukan. Menurut Adib, para penyandang disabilitas banyak yang belum memiliki akte kelahiran dan KTP sebagai dasar pengurusan dokumen lainnya.

Ia juga menjelaskan penyandang disabilitas juga kesulitan dalam mengakses pendidikan. Hal ini mengingat para penyandang disabilitas memiliki masalah fisik dan kesehatan yang menjadi kendala untuk mengakses sejumlah layanan kependudukan, kesehatan dan pendidikan.

Untuk itu, Adib menyambut baik terkait penerapan data terpilah bagi disabilitas. Terlebih di Jepara juga masih sulit mengetahui jumlah pasti penyandang disabilitas.

"Di setiap desa terdapat 70-80 penyandang disabilitas dan di Jepara ada sekitar 182 desa. Sementara itu untuk jumlah penyandang disabilitas di Jepara ada sekitar 14.000 orang," tuturnya.

Untuk meningkatkan kesejahteraan para penyandang disabilitas, bersama 60 rekannya, Adib saat ini aktif mengelola industri rumah tangga berupa sirup dari rempah seperti jahe, jahe merah, beras kencur dan kunyit asam. Selain itu, Adib dan kelompok Sahabat Difabel Jepara juga pembuatan masker kain dan sejumlah kerajinan lainnya.

Sebagai informasi, dalam pertemuan tersebut turut hadir Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI, Anggiasari dan rekan Adib, Sudarji.

Simak juga video 'Pasutri Pembuat Kue Kering yang Terus Berkarya di Tengah Keterbatasan':

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ega)