Arahan Panglima TNI Usai Serangan Teroris di Gereja-Mabes Polri

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 15:53 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Andhika Prasetia/detikcom)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memerintahkan seluruh jajarannya meningkatkan pengamanan, termasuk gereja hingga objek vital. Peningkatan keamanan, sambung Hadi, dilakukan dengan patroli bersama dan mendirikan posko komando taktis (poskotis).

"Sudah saya perintahkan mulai sore hari ini untuk meningkatkan pengamanan, khususnya di gereja, tempat keramaian, objek vital nasional. Koordinasi dengan Polri dalam bentuk patroli bersama dan mendirikan poskotis di titik-titik terpilih," tegas Hadi kepada detikcom, Kamis (1/4/2021).

Hal itu diungkapkan Hadi merespons perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Seperti diketahui, Presiden Jokowi memberi perintah kepada dirinya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memberi keyakinan dan rasa aman kepada masyarakat untuk melaksanakan aktivitas. Hadi kemudian menyampaikan dirinya telah memerintahkan intelijen TNI untuk berkoordinasi dengan Polri.

"Intelijen berkoordinasi dengan Polri untuk melaksanakan deteksi dini dan cegah dini dari berbagai potensi kerawanan," tutur Hadi.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi juga menegaskan tidak ada tempat bagi teroris di Indonesia. "Saya tegaskan sekali lagi, tidak ada tempat bagi terorisme di Tanah Air," tegas Presiden Jokowi.

Seperti diketahui, Zakiah Aini, yang berusia 25 tahun, menyerang Mabes Polri kemarin, Rabu (31/3) sore. Dia sempat melepaskan enam kali tembakan dalam tiga kesempatan. Warga Ciracas, Jakarta Timur, ini akhirnya ditembak di bagian dada oleh polisi dan tewas di tempat.

Serangan teror juga terjadi pada Minggu (28/3) di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dalam serangan tersebut, polisi menyebut ada dua pelaku yang berboncengan motor.

Kedua pelaku merupakan pasangan suami istri berinisial L dan YSF. Keduanya diduga masuk kelompok radikal Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Villa Mutiara.

Lihat Video: Zakiah Aini Lolos Masuk Mabes, Polri Akan Audit Pengamanan

[Gambas:Video 20detik]



(aud/tor)