Anggota DPD Kecewa Pidato AM Fatwa
Jumat, 03 Mar 2006 01:47 WIB
Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang mengikuti seminar bertajuk DPD dalam Penguatan Demokrasi di Indonesia terpaksa gigit jari dengan pidato Wakil Ketua MPR AM Fatwa. Pasalnya, pidato yang disampaikan berlainan dengan tema seminar. Fatwa pun mengakui hal ini. Menurut Fatwa pidatonya bertentangan dengan semangat seminar tersebut."Mereka kecewa karena saya menyampaikan pidato secara normatif sesuai ketentuan Undang-undang sebagai Kepala MPR," kata Fatwa kepada detikcom, di Jakarta, Kamis (2/3/2006).Di dalam undang-undang, lanjut Fatwa memang tidak ada ketentuan bikameral seperti yang mereka inginkan. "Namun sebenarnya saya mendukung dan mendorong perubahan-perubahan di DPD, dan itu juga saya tulis di dalam sambutan, tapi saya minta maaf kalau mereka kecewa" kata Fatwa.Fatwa juga menyampaikan, DPD harus mencoba mengoptimalkan wewenang yang sudah dimilikinya. Seyogyanya, anggota DPD harus banyak berada di daerah untuk mengoptimalkan fungsinya yaitu sebagai perwakilan wilayah.Ketika ditanya apakah diperlukan amandemen untuk menambah wewenang DPD? Fatwa mengatakan mungkin hal itu dapat dijadikan wacana dan merupakan desakan politik untuk perubahan UUD 1945."Tapi sayangnya itu susah sekali, untuk mengusulkan saja perlu suara minimal sepertiga anggota MPR," imbuh Fatwa.
(ddn/)











































