Megawati Ungkap Alasannya Sering Memarahi Wali Kota Semarang Hendi

Yudistira Imandiar - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 14:29 WIB
Presiden Republik Indonesia ke-5 itu mengatakan Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi merupakan orang yang memiliki inisiatif tinggi.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku kerap memarahi Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Bukan karena marah, melainkan Mega ingin kadernya di PDI Perjuangan itu menjadi pemimpin yang baik.

Hal itu disampaikan Mega dalam peluncuran buku 'Merawat Pertiwi' yang diunggah di akun YouTube PDI Perjuangan. Presiden Republik Indonesia ke-5 itu mengatakan Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu merupakan orang yang memiliki inisiatif tinggi.

Mega menegaskan saat ini para kader tidak boleh hanya aktif ketika ada kegiatan yang dihadiri olehnya sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan. Mega menekankan dirinya selalu memantau seluruh kegiatan yang dilakukan kadernya, agar PDI Perjuangan benar-benar menjadi partai yang mampu diharapkan masyarakat.

"Ini sedang saya gebrak-gebrak ini, sebenere rapat opo ora to, apa hanya kalau akan dipimpin oleh Ketua Umum, nah mulai deh semuanya, ben ketok. Nggak lo, nggak gitu lagi lo. Semuanya akan saya pantau untuk menjadi sebuah partai yang menjadi harapan rakyat banyak, yang nggak mudah digoyangkan, yang tidak mudah diiming-imingi," ungkap Mega dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (1/4/2021).

Mega menyampaikan kerap memarahi Hendi agar tidak mencari kekayaan, kekuasaan, dan ketenaran dengan jabatan yang dipegangnya.

"Kalian saya minta itu aktif seperti Hendi, saya suka ngomel sama dia sebagai anak muda, 'Kalau kamu mau jadi wali kota, lalu mau apa kamu? Mau cari kekayaan? Mau cari kekuasaan? Mau cari ketenaran? Berhentilah, paling juga dua periode selesai'," tutur Mega.

Ia pun turut meminta seluruh kadernya membangkitkan kreativitas seperti Kota Semarang, sehingga bisa bermanfaat dan mendapatkan apresiasi dari banyak pihak.

"Apa arti dari semua omongan saya ini? Kalian seharusnya tidak perlu selalu menunggu instruksi, tidak perlu harus selalu ada komando, tapi kreativitasnya dibangkitkan. Kan seneng aku seperti iku si Semarang iki, seneng rasanya dapat banyak sekali award," cetus Mega.

(akn/ega)