535 Burung Dilindungi Diselundupkan dari NTT, 6 Orang Ditangkap di NTB

Faruk Nickyrawi - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 13:05 WIB
Burung punglor asal Alor, NTT yang dilindungi UU diselundupkan ke NTB (dok. Istimewa).
Burung punglor asal Alor, NTT, yang dilindungi UU diselundupkan ke NTB. (dok. Istimewa)
Makassar -

Sebanyak 535 ekor burung punglor yang dilindungi undang-undang diselundupkan dari Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), ke Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Enam orang kawanan penyelundup ditangkap polisi di Bima.

"Kita mengamankan para terduga pelaku menyimpan, memiliki, memelihara, membawa dan memperniagakan satwa yang dilindungi ini sebanyak 6 orang, semuanya warga Bima. Satu unit mobil untuk angkut dan 535 ekor burung punglor yang dimasukkan ke dalam kotak sejumlah 24 kotak," ujar Kapolres Kota Bima AKBP Haryo Tejo Wicaksono dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (1/4/2021).

Burung punglor asal Alor, NTT yang dilindungi UU diselundupkan ke NTB (dok. Istimewa).Burung punglor asal Alor, NTT, yang dilindungi UU diselundupkan ke NTB. (dok. Istimewa)

Enam orang penyelundup itu ditangkap polisi pada Rabu (31/3) malam tadi. Mereka ditangkap tepatnya di jalan lintas Bima-Tente. Awalnya petugas mendapatkan informasi terkait para pelaku tersebut yang akan melintas di jalan lintas Bima-Tente.

Tak berselang lama setelah polisi mendapat laporan, kendaraan yang digunakan para pelaku melintas di depan tim dan tim langsung diberhentikan. Petugas kemudian menemukan burung yang dilindungi tersebut disimpan dalam kardus tanpa dilengkapi surat izin dari dinas terkait atau BKSDA.

"Satwa yang dilindungi adalah jenis burung punglor kembang atau anis kembang yang berasal dari Alor, NTT. Burung punglor ini dibawa dari Alor menuju pelabuhan Sape menggunakan perahu. Setibanya di pelabuhan di jemput oleh mobil para pelaku untuk dibawa ke Desa Parado dan Desa Simpasai Bima. Rencananya akan dibawa menuju Kota Mataram," jelas Haryo.

Haryo menyebutkan para pelaku ini membeli burung tersebut dari pemburu di NTT dengan harga Rp 120 ribu per ekor dan akan dijual kembali dengan harga Rp 200 ribu per ekor.

"Para pelaku beserta barang bukti dibawa ke kantor Polsek Rasana'e Barat guna di lakukan pemeriksaan lebih lanjut," tuturnya.

Simak juga video 'Polisi Tangkap Pedagang Satwa Langka di Media Sosial':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)